Settia

65% Peserta BPJS di Serang Nunggak Iuran Lebih 1 Bulan, Layanan Langsung Dinonaktifkan

BERBAGI

SERANG, BCO – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Serang melansir ada sebanyak 65 persen peserta BPJS Mandiri atau peserta bukan penerima upah (PBPU) telah dinonaktifkan, hal tersebut diberlakukan lantaran para peserta itu telah menunggak iuran lebih dari satu bulan per-bulan Juli 2016.

Dijelaskan Kepala Unit Manajemen Kepesertaan dan Unit Pengendali Mutu, Pelayanan Penanganan Pengaduan Peserta (MK UPMP4) BPJS Kesehatan Cabang Serang, Addiena Rizqi, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 tahun 2016 pasal 17 A1 ayat 1, jika ada peserta yang telat membayar iuran, maka penjaminan peserta diberhentikan sementara.

Settia

“Masa toleransinya hanya satu bulan, kalau aturan yang lama kan tiga bulan,” kata Rizqi, Kamis 15 September 2016.

Ia mengungkapkan, dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali, peserta wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap yang diperolehnya.

“Mereka akan dikenakan denda sebesar 2,5 persen dari biaya pelayanan kesehatan, dikali jumlah bulan menunggak,” terangnya.

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan Serang, Elisa Adam menambahkan, berdasarkan Perpres tersebut, pemberlakuan denda iuran ditiadakan, namun diganti dengan denda pelayanan.

“Bulan menunggak yang dipakai dalam perhitungan denda pelayanan, dibatasi maksimal 12 bulan. Namun selama tunggakan belum terbayar, akan tetap tercatat menjadi hutang,” pungkasnya. (*)