Settia

Akibat Cuaca Buruk, Banjir dan Rob Terjang Kawasan Wisata Anyer dan Carita

BERBAGI

PANDEGLANG, BCO –¬†Angin kencang dan hujan lebat yang mengguyur sejak Minggu sore hingga Senin pagi 25 Juli 2016, membuat luapan air sungai serta banjir rob di sebagian wilayah Carita dan Anyer, destinasi wisata pesisir di Provinsi Banten tersebut.

Menurut penuturan warga Kp Pagedongan Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang mulai mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 20.00 WIB, setelah beberapa jam air sungai pun mulai meluap, selain itu pasang yang terjadi di laut menyebabkan beberapa daerah di sekitaran Pantai Carita kebanjiran.

“Banjir datang jam 10 malam, kita pada mengungsi ke daerah yang lebih tinggi,” ujar Rifki warga kampung tersebut.

Sementara itu, kondisi pantai luluh lantah akibat banjir rob yang terjadi malam hingga pagi tadi.

“Sudah tidak ada pantai,” ujar Rifki menambahkan.

Kondisi alam hingga menimbulkan dampak kerusakan fisik seperti ini baru terjadi di daerah tersebut.

“Baru sekarang terjadi seperti ini, pernah banjir dulu tapi gak separah sekarang,” imbuhnya.

Semalam ratusan orang mengungsi ke daerah yang lebih tinggi yang dirasa aman.

Tidak hanya di sekitar Pantai Carita dan Labuan Pandeglang, luapan air sungai juga menyebabkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Anyer dan Cinangka. Rata-rata ketinggian air banjir mencapai 1 meter, dan menyebabkan ribuan warga mengungsi ke tempat-tempat aman.

Wakil Ketua KNPI Kecamatan Anyar, Imanudin, mengatakan, selain banjir terjadi sejumlah longsor di wilayah pegunungan di Anyer, dan menyebabkan sejumlah rumah hancur.

“Di Kampung Siring saja ada 2 rumah hancur tersapu banjir. Puluhan rumah di Desa Mekarsari dan Anyer juga terendam hingga 1,5 meter, mereka butuh bantuan,” jelas Iman.

Menurut informasi yang dikeluarkan BMKG. Di link, meteo.bmkg.go.id/peringatan/ekstrim tanggal 25 Juli 2016 terkait peringatan dini cuaca ekstrim.

Tanggal 25 hingga 27 juli 2016 adanya tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera Barat dan barat daya Banten serta kelembaban udara yang tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut dan berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Sementara itu belum ada informasi resmi dari BPBD Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, ihwal korban dan kerugian akibat bencana tersebut.

Sementara kabar menyebutkan ada beberapa orang meninggal akibat terjebak banjir bandang di sekitar hotel Lippo Carita.

“Iya ada yang terjebak banjir lumpur di dalam mobil, mereka tamu dari Jakarta,” ujar salah seorang penjaga pantai. (*)