Settia

Awal 2017, Pusat Budaya Mongolia di Tanjung Lesung Mulai Dibuka untuk Umum

BERBAGI

CILEGON, BCO – PT Jababeka Tbk dan Kedutaan Besar Mongolia di Indonesia bekerjasama membangun pusat budaya Mongolia di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Pembangunan pusat budaya ini merupakan bentuk perayaan 60 tahun terjalinnya hubungan bilateral antara Mongolia dan Indonesia.

Pusat budaya ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara dan menempati lahan seluas satu hektar di area pengembangan PT Banten West Java Tourist Development selaku anak usaha PT Jababeka Tbk.

Terpilihnya Tanjung Lesung sebagai lokasi Pusat Budaya Mongolia tak terlepas dari statusnya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Dipilihnya Tanjung Lesung karena merupakan zona spesial yang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata prioritas oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan sebagai hub bisnis,” kata Duta Besar Mongolia untuk Indonesia Batsesteg Shardar, saat soft opening Pusat Budaya Mongolia, di Tanjung Lesung, Sabtu 26 November 2016.

Kendati demikian, jarak dan waktu tempuh yang cukup jauh serta lama dari Jakarta menimbulkan pertanyaan mengapa Kedubes Mongolia memilih Tanjung Lesung.

Untuk mengunjungi lokasi Pusat Budaya Mongolia, kita harus menempuh waktu lebih kurang empat jam dari Jakarta dengan jarak mencapai 121 kilometer.

Namun, Shardar menganggap waktu dan jarak seperti itu sudah biasa ditempuh oleh penduduk Mongolia, sehingga bukan masalah apabila pusat budaya tersebut cukup jauh.

“Orang Mongolia sering berpindah dari satu provinsi ke provinsi lainnya dengan menggunakan transportasi umum atau lainnya. Jadi bukan masalah waktu yang cukup lama dari Jakarta ke Tanjung Lesung,” imbuh dia.

Selain itu, sambung Shardar, Tanjung Lesung merupakan tempat yang cantik dan lebih baik dari Bali karena pantainya tenang, bersih, dan juga potensial sebagai KEK.

Pusat Kebudayaan Mongolia ini nantinya akan terdiri dari empat ger atau sebutan untuk tenda khas Mongolia. Terdapat empat fungsi masing-masing sebagai guest house, tempat permainan tradisional Mongolia, dapur untuk mencoba kuliner Mongolia, dan tempat untuk menampilkan seni khas Mongolia.

Selain itu juga akan dilengkapi taman, kuda, dan patung Gengis Khan sehingga menjadikannya sebagai Mongolia kecil di Indonesia.

“Awal 2017 akan dibuka untuk umum setelah musim hujan ini berakhir,” tandas Shardar. (*)

 

 

 

 

 

Settia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Sumber: kompas.com