Settia

Dana Kampanye Calon Pilgub Banten yang Diatur KPU Maksimal Rp 93 Miliar

BERBAGI

SERANG, BCO – Tim Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten mengajukan batasan maksimal penggunaan dana yang diperbolehkan dalam masa kampanye Pilgub Banten mencapai Rp 93 miliar, hal tersebut terungkap dalam rapat terbatas antara KPU, Bawaslu dan perwakilan tim pemenangan di kantor KPUD Banten, Senin 24 Oktober 2016.

Salah seorang perwakilan tim RK – Embay, Sabdo Waluyo yang turut hadir dalam rapat tersebut, menjelaskan, batas maksimal penggunaan dana untuk kampanye pasangan calon di Pilgub Banten ini mencapai lebih dari Rp 93 miliar.

Dana kampanye tersebut menurut pengurus DPD PDIP Banten ini, sebagian besar akan dipergunakan untuk pembiayaan pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK) yang diperbolehkan KPU yaitu sebanyak 150 persen dari yang ditetapkan KPUD Banten.

“Dana sebesar itu sebagian besar untuk penyediaan APK dan pemasangannya, selain itu juga mungkin untuk pengadaan lain seperti kaos dan lain-lain,” ujarnya kepada wartawan.

Meskipun demikian, dijelaskan Sabdo, angka Rp 93 miliar itu sudah lebih dari cukup untuk membiayai kampanye calon selama 105 hari yang dimulai pada tanggal 28 Oktober 2016 nanti.

“Di Banten siapa yang punya uang segitu, kalau untuk membiayai kampanye saya fikir setengahnya juga cukup,” sambungnya.

Sementara itu Ketua KPUD Banten, Agus Supriyatna menjelaskan, pihaknya belum bisa mempublikasikan batasan dana kampanye maksimal yang bisa dipergunakan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Banten ini, karena hal tersebut harus di buatkan Surat Keputusan (SK) terlebih dahulu.

“Ya kalau tadi hasil rapat yang teman-teman tim paslon ajukan sekitar segitu, cuma kita belum bisa sebutkan karena belum kita SK kan,” ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin.

Menurut Agus, angka Rp 93 miliar itu masih berupa usulan dari tim paslon, dan rencananya akan ditetapkan dalam waktu dekat ini.

Settia

“Besok lah insha Allah kita SK kan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, meski belum ditetapkan namun jika ada kandidat yang menggunakan dana kampanyenya lebih dari angka maksimal yang ditetapkan oleh KPU maka Paslon harus memasukan sisa dananya ke kas negara.

“Lebih dari angka maksimal maka calon harus memasukkan lebihnya ke kas negara,” imbuhnya.

Komisi Pemilihan Umum juga memperbolehkan adanya penggalangan dana oleh pendukung pasangan calon, namun untuk jumlah maksimal yang bisa disumbangkan untuk dana kampanye calon harus sesuai dengan ketetapan yang berlaku.

“Mau nyari sumbangan silahkan, untuk perseorangan dibatasi hanya Rp 75 juta, jika lembaga berbadan hukum maksimal Rp 700 juta, tapi untuk penggunaannya nanti jangan sampai melebihi batas maksimal dana kampanye yang nanti akan kita tetapkan,” pungkasnya. (*)