Settia

Deklarasi Rano – Mulya Terkesan Sederhana dan Penuh Haru

BERBAGI

SERANG, BCO – Tidak ada artis nasional atau panggung ekstra megah seperti yang terlihat pada acara yang sama saat pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy dideklarasikan oleh tujuh parpol pengusung pada Kamis kemarin 22 September 2016, hanya panggung semi riging dan tenda tanpa hiasan yang dijadikan arena deklarasi yang digunakan pasangan Rano Karno dan Embay Mulya Syarif.

Kesan sederhana dan merakyat itulah yang sedang ditonjolkan kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang baru ditetapkan pada Rabu lalu 21 September 2016. Meski sekarang masih menjabat sebagai Gubernur Banten, Rano Karno sepertinya tidak ingin dikesankan glamour dan elit dimata pemilihnya.

Saat deklarasi pun semua acara dibuat spontan tanpa ada persiapan, termasuk sajian hiburan dan undangan.

Dijelaskan Ketua Tim Pemenangan pasangan Rano – Mulya, Agus Setiawan, dirinya tidak mengirim undangan secara khusus kepada massa untuk datang pada hari deklarasi tersebut.

“Kegiatan ini bukan ajang kita untuk menyombongkan diri kita dengan mengerahkan massa besar-besaran, kita tidak mengundang tetapi dengan kesadaran mereka datang kemari,” ungkap Agus yang juga DPW PPP Provinsi Banten saat sambutan dalam acara yang juga dihadiri, Sekjen DPP PPP Mardiono dan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah tersebut Jumat 23 September 2016.

Konsep sederhana bukan saja terlihat dari venuenya, namun juga dari massa yang hadir, terlihat tukang becak, pedagang asongan dan masyarakat tingkat bawah lainnya yang dibebaskan hilir mudik di area deklarasi yang terpantau tanpa pengamanan ekstra layaknya acara pemerintahan seperti yang biasa Rano Karno hadiri.

Kegiatan deklarasi pun tidak dilakukan di hotel atau pun dilapangan luas, RK memilih untuk menggelar acara tersebut di lapangan parkir Stadion Maulana Yusuf Kota Serang yang jauh dari jalan utama.

Hal tersebut nampaknya “Si Doel” tidak ingin mengganggu aktifitas warga Kota Serang. Selain itu iapun membuat pernyataan permohonan maafnya di media massa.

Namun disayangkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri yang rencananya akan hadir batal datang ke Banten yang menurut informasi Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah karena mantan Presiden RI ke-5 tersebut harus menyelesaikan Surat Rekomendasi 24 calon kepala daerah yang harus rampung hari ini.

“Saya dapat pesan dari ibu ketua yang tidak bisa hadir, ia minta maaf karena tidak bisa datang ke Banten karena masih harus menandatangani 24 rekomendasi kepala daerah yang juga harus diselesaikan hari ini,” ujar Basarah, Jumat.

Suasana haru terjadi, saat mantan Ketua KPK Taufikurrahman Ruki memberikan arahan dan wejangan kepada pasangan tersebut.

Settia

Ruki berpesan agar Banten bisa dikembalikan kepada cita-cita awal pendiriannya yaitu untuk bisa mensejahterakan rakyat.

“Saya tidak perlu prestasi dan penghargaan-penghargaan, kita pengen pembangunan yang lebih baik mari kita kembali ke cita-cita pendirian Banten ini, jujur saya kecewa 15 tahun Banten tidak jadi apa-apa, jika kami dikecewakan lagi, saya turun langsung saya pimpin pasukan saya yang pake baju hitam-hitam itu untuk turunkan anda (Rano-Mulya-red),” ujarnya.

Sontak orasi Ruki pun membuat suasana menjadi haru, bahkan Rano Karno terlihat menitikkan air mata.

Selain mantan Ketua KPK tersebut, banyak elemen masyarakat lain yang menggantungkan harapan terhadap pasangan yang diusung oleh tiga partai ini, PDIP, PPP dan NasDem tersebut. (*)