Settia

Dianggap Pernah Menghujat Jokowi, Pospera Banten Tolak Rano – ATN di Pilgub Banten

BERBAGI

SERANG, BCO – Ormas relawan Jokowi, Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) menyatakan sikap tegas menolak kemungkinan koalisi PDIP dengan Partai Gerindra, yang mewacanakan mengusung Rano Karno berpasangan dengan Akhmad Taufik Nuriman di Pilgub Banten 2017 mendatang. Pospera meminta DPP PDIP tidak mengusung ATN sebagai calon wakil gubernur atas dasar sejarah pemilu 2014 lalu, bahwa ATN pernah menghina Presiden Jokowi.

Ketua DPD Pospera Banten, Ahmad Yuslizar menegaskan Pospera tentu saja menolak orang-orang yang pernah menghujat Jokowi dan timsesnya untuk bergandengan dengan kader PDIP. Pembiaran ATN dengan mewacanakannya saja sudah melukai hati para pendukung Jokowi dan kader-kader PDIP.

“Bung Karno sudah berkali-kali menegaskan soal Jas Merah, jangan sekali kali melupakan sejarah. Apakah saat ini kita akan membiarkan sejarah penghinaan itu begitu saja. Tidak akan, Pospera sudah menegaskan sikap mendukung Rano Karno. Tapi kita menolak ATN, kami tidak ingin berbagi perjuangan ini dengan orang-orang seperti itu,’’ kata Yos, Minggu 28 Agustus 2016.

Dia tegaskan, tidak ada alasan yang tepat untuk mewacanakan ATN sebagai pendamping Rano. Wacana itu sama sekali tidak tumbuh di kader-kader PDIP. Wacana itu hanya datang dari Gerindra.

“Tak perlu risau dan gundah. Kita meyakini PDIP pastinya bertindak bijak dalam mengambil keputusan soal cawagub. Masih ada beberapa nama yang kuat dan layak mendampingi Rano.”

Selain dasar pernah melakukan penghinaan Jokowi dan timsesnya, Yos mengatakan ATN, prestasi kepemimpinan ATN juga diragukan. Kebijakan-kebijakann­ya belum pro rakyat. Nasib rakyat di Kabupaten Serang masih dalam kondisi kemiskinan . Bahkan ATN juga tidak pro nelayan dengan membiarkan pengerukan pasir laut sehingga nelayan kecil terpinggirkan dan kesulitan dalam menjaring ikan.

Sementara itu, Presnas 98, Mohammad Sofyan menyatakan kalangan aktivis 98 dan Pospera Banten akan menggalang kekuatan-kekuatan dan semua kelompok relawan Rano untuk menolak ATN. Penghinaan yang pernah dilakukan ATN akan selalu diingat oleh para relawan Jokowi di Banten.

“Kita yakin pula para kader-kader PDIP belum melupakan hal ini. Harusnya, PDIP menolak uluran tangan Gerindra untuk berkoalisi. Sangat tidak tepat tawaran itu. Pospera, Pena 98 Banten dan sejumlah organ lain akan berkumpul minggu ini. Kami akan menolak wacana tersebut,’’ tandas Sofyan.

Sofyan juga mengherankan wacana Gerindra mengumumkan duet Rano-ATN. Karena wacana tersebut harusnya menjadi keputusan bersama partai-partai berkoalisi. Toh, hari ini partai-partai belum menyetujui nama yang menjadi pendamping Rano.

“Ini sebuah manuver politik saja. Selaku pembina Pospera Banten, kami meyakinkan usulan itu wacana. Dan, kita akan menolak tegas, jika itu menjadi keputusan,’’ ucapnya. (*)

Sumber: RMOL.co

Settia