Settia

ICW: Masyarakat Harus Diingatkan tentang Kepemimpinan Korup Dinasti Banten Masa Lalu

BERBAGI

SERANG, BCO – Koordinator Indonesian Coruption Watch (ICW), Ade Irawan, menginginkan adanya perubahan sikap masyarakat Banten yang saat ini dirasa masih permisif terhadap pemimpin korup.

Jelang Pilkada Banten 2017 yang akan segera digelar, dinilai Ade, perlu ada tindakan dari berbagai pihak untuk memberikan pengayaan dan pemahaman terhadap sikap politik masyarakat.

Settia

Menurutnya momen Pilkada tersebut merupakan bagian dari awal perubahan Banten ke depan.

“Momen Pilkada ini harus dimanfaatkan betul oleh masyarakat, karena jika salah pilih pemimpin Banten tidak akan pernah lepas dari jerat bahaya laten korupsi yang sudah mengakar di Provinsi ini, ” ujar Ade usai Bedah Buku Dinasti Banten Keruntuhan dan Kebangkitannya kembali, di Rumah Dunia, Sabtu kemarin.

Pemuda asal Kabupaten Lebak ini, juga merasa percaya diri untuk mengkampanyekan anti dinasti di Pilgub Banten, terutama melalui buku yang dibuatnya bersama Tim ICW dan Jurnalis Kompas ini diharapkan bisa menjadi rujukan masyarakat dalam memilih pemimpin Banten kedepan.

“Masalah mendasarnya adalah, masyarakat kita ini pelupa, jadi melalui buku ini kita coba mengingatkan masyarakat dan calon penguasa , sehingga kejadian yang dulu-dulu tidak terulang kembali,” tutur Ade.

Melalui pengayaan tersebut, dirinya berharap masyarakat mau ikut berpartisipasi aktif memilih pemimpin yang berintegritas tidak hanya permisif memilih calon pemimpin yang memiliki track record buruk terkait masalah korupsi.

Ia juga berpesan, isu korupsi yang dibahas dalam buku tersebut bukan saja terkait sisi kelam korupsi, namun juga harapan-harapan pemberantasan masalah yang dirasa sudah mengakar di Banten ini.

“Masyarakat agar ingat rekam jejak pemimpin terdahulu, kalau bagus kita pilih kembali, tapi kalau tidak jangan sampai,” jelasnya kepada wartawan.

Dirinya tidak menyoalkan soal dinasti politik yang memang sudah lumrah di seluruh dunia, namun ia menyayangkan jika yang didorong memasuki dunia politik atau birokrasi kepemimpinan di Provinsi Banten adalah orang-orang yang tidak berkualitas.

“Yang didorong ke dunia birokrasi harus orang yang punya kualitas, jangan sampai bangun dinasti tapi tidak melihat aspek kemampuan,” Ade menegaskan.

Sementara Pengamat Politik, Saiful M Ruki, menilai kepemimpinan daerah di Provinsi Banten ini sudah 100 persen dari unsur dinasti politik.

“Dimana di Banten ini tidak dinasti, di Lebak bupatinya mantan anak bupati sebelumnya, di Tangerang juga sama, Cilegon apa lagi dari bapak ke anak juga, Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Tangerang Selatan juga sama, dinasti ini sudah 100 persen,” tegasnya. (*)