Settia

Investasi Baru di Banten Diarahkan Masuk ke Lebak, Serang, dan Pandeglang

BERBAGI

SERANG, BCO — Pemerintah Provinsi Banten mulai mengarahkan investasi baru, baik asing maupun dalam negeri, agar masuk ke tiga kabupaten tertinggal di Provinsi Banten, antara lain Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak.

Strategi tersebut merupakan salah satu upaya Pemprov Banten untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antara Banten utara dan selatan.

Selama ini, investasi di kawasan ini tercatat lebih banyak bertumpu di industri pengolahan dan properti yang tersebar di Tangerang Raya dan Kota Cilegon.

“Investasi menumpuk di Tangerang Raya dan Cilegon sehingga kami memprioritaskan investasi di kawasan Banten selatan. Keberadaan kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung juga menjadi salah satu alasan kami dibalik strategi ini,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Terpadu (BKPMT) Banten Babar Suharso seperti dikutip Bisnis.com, Rabu 8 Juni 2016.

Mengutip data BKPM pada kuartal I/2016, Kota Cilegon menerima aliran investasi asing terbesar senilai US$768 juta, sedangkan Kabupaten Lebak adalah kawasan penerima investasi dalam negeri tertinggi sebesar Rp1,9 triliun.

Secara sektoral, aliran penanaman modal asing (PMA) didominasi oleh industri pengolahan dengan investasi terbesar ditunjukkan pada subkategori kimia senilai US$751 juta. Investasi tersebut merupakan kerja sama antara Pemkot Cilegon dengan perusahaan asal Prancis untuk membangun pabrik karet.

Sebaliknya, penanaman modal dalam negeri (PMDN) terbesar berada pada subkategori industri makanan senilai Rp843 miliar, diikuti dengan investasi di sektor industri logam Rp632,65 miliar sepanjang Januari-Maret 2016.

Dalam jangka dekat, dirinya menyebut dua investor asal Eropa dan China berminat untuk berinvestasi di kawasan industri.

“Kami akan mengarahkan kedua investor tersebut ke Serang, Pandeglang, dan Lebak karena kawasan industri di Kabupaten Tangerang sudah terlalu banyak industri,” tambahnya.

Tak hanya itu, Babar mengungkapkan terdapat investor lainnya dari China yang tertarik untuk membangun pabrik yang memproduksi baja setengah jadi untuk produk otomotif dengan nilai investasi mencapai Rp2 triliun. (*)

Sumber: bisnis.com