Settia

Jadi Khotib Shalat Ied, WH Ajak Masyarakat Hidup Sederhana dan Jauhi Sifat Curang

BERBAGI

TANGERANG, BCO – Saat menjadi Khotib di Masjid Al-Ijtihad, di Jalan KH Hasyim Ashari, Pinang, Kota Tangerang, Wahidin Halim (WH) menyampaikan sejumlah wasiat penting kepada ribuan jamaah shalat Ied, Rabu lalu 6 Juli 2016.

“Hidup tanpa hedonis, jauhkan dari hidup materialistis, hindari keborosan dan janganlah mempertontonkan harta, adalah pola hidup yang harus kita ambil dari sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Kalau sudah seperti itu, Insha Allah kita dapat menghindari diri dari hidup curang atau berjiwa korup,” ucap WH.

WH juga menambahkan, agar memberikan hak kepada kaum dhuafa dan berbuat kebajikan adalah hal positif yang diperintahkan Allah SWT. Ini juga menjadi cerminan semangat bulan suci Ramadhan.

“Allahu Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar, Walillahilhamd. Sepanjang bulan suci Ramadhan kita ditempa puasa. Bukan hanya untuk menahan haus dan lapar saja, tetapi hikmah yang lebih dalam adalah memperbaiki diri agar lebih baik,” kata WH.

Sifat dasar itu menurut WH sudah jarang dipertontonkan masyarakat saat ini. Karenanya WH mengajak agar semua kalangan dapat menjalankan dan mencontohkan kebiasaan positif itu. Pasalnya, berpola hidup sederhana akan membawa kita hidup lebih peduli dengan sesama.

Tidak pantas juga jika dalam setiap kegiatan apapun kita harus berbuat curang.

“Marak sekarang ini kita lihat dari beberapa media yang menayangkan oknum pedagang menjual daging sapi atau kerbau yang sengaja dicampur dengan daging babi. Dan sering juga kita lihat kalau pejabat kerap ketangkap karena prilaku korupsi.”

“Memberikan hak-hak materi kepada kaum dhuafa yang juga adalah saudara kita adalah penting. Apalagi mereka yang masih hidup di pelosok juga masih butuh perhatian dari kita semua supaya mereka dapat hidup lebih baik,” pungkas WH dalam khotbahnya. (*)

Sumber: Pena Merdeka