Settia

KPU: Hasil Tes Kesehatan Mutlak Menentukan Lolos Tidaknya Kandidat Pilgub Banten

BERBAGI

SERANG, BCO – Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit menjadi salah satu syarat mutlak bagi bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di Pilgub Banten 2017 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pokja Pencalonan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten, Syaiful Bahri, usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan dari Tim Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Drajat Prawiranegara Kota Serang, Rabu 28 September 2016.

Menurut Syaiful Bahri, dari beberapa syarat dokumen yang menjadi kewajiban bakal calon untuk menjadi kontestan Pilgub Banten 2017, adalah Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit yang ditunjuk menjadi mitra KPU.

“Iya semua hasil pemeriksaan kesehatan, psikologi dan tes narkoba sudah kami terima dari tim yang kita tunjuk. Hasil tes ini akan menjadi syarat mutlak KPU menentukan bakal calon yang akan disahkan menjadi kandidat,” ujar Syaiful kepada media.

Ia juga menjelaskan bahwa, dari semua dokumen yang diserahkan bakal calon kepada pihaknya, hanya hasil tes kesehatan ini yang tidak bisa direvisi atau diperbaiki.

“Hasil tes ini sangat menentukan bakal calon bisa lolos atau tidak. Kan kalau syarat lain seperti ijazah misalnya kalau hilang kita bisa konfirmasi kepada pihak terkait seperti sekolah dan Dinas Pendidikan setempat, tetapi jika misalnya ada bakal calon yang positif narkoba atau dinyatakan tidak sehat jasmani atau rohani maka secara otomatis bakal calon gugur dan harus diganti,” imbuhnya.

Meski demikian KPU Banten saat ini belum bisa merilis hasil pemeriksaan kesehatan bakal calon yang dilakukan sejak 24 hingga 26 September 2016 ini.

“Rilis hasil tes kesehatan ini nanti kita akan umumkan saat pleno nanti tanggal 30 September 2016. Sekalian dengan hasil penelitian dokumen-dokumen kelengkapan yang lain,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan, dr Budi Suhendar menjelaskan, semua hasil pemeriksaan termasuk kesimpulan tes psikologi dan narkoba telah selesai dan seluruh dokumen terkait hal tersebut sudah diserahkan kepada KPU.

Settia

“Kami dari tim kesehatan hanya melakukan pemeriksaan dan pengambilan kesimpulan saja dari kondisi bakal calon yang kami periksa, hal lain kita tidak bisa jawab karena yang berwenang untuk menjelaskan hasilnya adalah KPU,” ujarnya kepada wartawan pada kesempatan yang sama.

Diketahui ada dua pasang bakal calon yang mengikuti tes kesehatan ini, diantaranya Rano Karno – Embay Mulya Syarief dan Wahidin Halim – Andika Hazrumy.

Serangkaian tes kesehatan yang diikuti pasangan bakal calon ini diantara, pemeriksaan kesehatan organ dalam, kesehatan rohani yang dilakukan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), dan tes narkoba oleh BNN. (*)