KTP Milik PNS, TNI dan Polri juga Banyak Dicatut Bakal Calon Perseorangan

BERBAGI

SERANG, BCO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten menemukan banyak KTP yang bermasalah dan tidak memenuhi syarat pencalonan. Hal tersebut terungkap saat proses verifikasi administrasi syarat dukungan pasangan bakal calon jalur perseorangan pasangan Achmad Dimyati Natakusumah – Yemmelia, dan pasangan Yayan Sofyan – Ratu Enong ST RZ Mandala.

Penyebab permasalahan tersebut karena adanya pencatutan dan pemalsuan data dukungan, indikatornya setelah diteliti satu persatu, masih banyak identitas atas nama penyelenggara negara yang ditemukan masuk dalam berkas dukungan bakal calon perseorangan.

“Kita masih banyak temukan KTP PNS, TNI dan Polri yang masuk dalam dukungan salah satu calon. Identitas kategori ini akan kita pisahkan terlebih dahulu sebelum diverifikasi secara faktual,” kata Komisioner KPU Banten Syaeful Bahri kepada media, Jumat 12 Agustus 2016.

Walaupun identitas atas nama penyelenggara negara seharusnya tidak diperkenankan tercatat dalam dukungan salah satu bakal calon, namun KPU Banten tidak langsung mencoret dukungan tersebut karena KTP itu tetap akan diverifikasi secara faktual.

“Disinilah fungsinya verifikasi administrasi, memudahkan penyelenggara saat mengecek langsung identitas pendukung ketika verifikasi faktual. Bisa saja kan nanti ada identitas yang wiraswasta, tapi setelah di cek ke orangnya ternyata dia PNS,” ungkap Syaeful.

Selain temuan banyaknya KTP yang bermasalah, KPU Banten kata Syaeful, juga banyak menemukan kerancuan dari data dukungan yang diserahkan bakal calon perseorangan. Seperti tidak sesuainya nama dan Nomor Induk Keluarga (NIK) antara KTP dengan formulir pernyataan dukungan dalam berkas B1-KWK.

“Ada banyak salinan fotocopy KTP yang diserahkan ternyata datanya tidak sinkron dengan B1 KWK. Bahkan ada juga KTP yang tidak sesuai dengan wilayah domisili dalam berkas dukungannya. Yang ganda juga banyak. Kalau kasusnya seperti ini, maka dukungan tersebut kita nyatakan tidak memenuhi syarat dan langsung kita coret,” jelas Syaeful. (*)