Settia

Merasa Dilecehkan Soal Ruben Onsu dan Warteg Saeni, Ulama dan Rakyat Banten Unjuk Rasa di Kantor Gubernur

BERBAGI

SERANG, BCO – Rabu 22 Juni 2016 sore hari tadi, ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat Banten kembali melakukan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Banten di Komplek Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Gabungan Ormas, Tokoh Masyarakat, Ulama, Mahasiswa dan Pemuda tersebut bersatu mengatasnamakan Masyarakat Banten Melawan (MBM).

Settia

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk protes terhadap artis Ruben Onsu yang dengan program TV nya yang dinilai telah melecehkan bulan suci Ramadhan di Banten, karena melakukan acara makan siang di warteg milik Saeni, yang memang masih dalam sorotan masyarakat.

Ketua PCNU Kota Serang, KH Matin Sarkowi, dalam orasinya mengatakan, bahwa yang dilakukan artis ibu kota tersebut tidak bisa dibenarkan, bahkan cenderung telah melukai hati masyarakat Banten.

“Bukan kami ingin dihargai, kami tidak perlu itu, tapi hormatilah, inikan bulan suci Ramadhan,” ujar KH Matin geram.

Diketahui, suami dari Wenda Tan tersebut, sudah mengakui kesalahannya dan sudah meminta maaf lewat akun twitternya 3 hari yang lalu.

Sementara itu aksi yang digelar di depan Masjid Al-Bantani dan Gedung DPRD tersebut meminta pihak-pihak lain yang dianggap telah melecehkan adat dan budaya masyarakat Banten agar meminta maaf.

“Kerukunan umat sudah terbangun di bumi Banten sejak lama, jangan sampai ketenangan ini dikoyak-koyak,” tambah Matin.

Sementara itu Gubernur Banten, Rano Karno, akhirnya menemui massa aksi. Dalam kesempatan itu Rano meyakinkan massa bahwa Pemerintah Provinsi Banten akan mempertahankan Peraturan Daerah (Perda) Kota Serang tentang pemberantasan dan penertiban penyakit masyarakat (Pekat) tersebut.

“Saya yakinkan tidak akan ada satupun Perda Syari’ah di bumi Banten ini yang akan dihapuskan. Saya akan pasang badan, bila perlu jiwa raga saya jaminannya,” tegas Rano. (*)