Settia

Musim Hujan Oktober Ini Memicu Inflasi Banten

BERBAGI

SERANG, BCO – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten yakin musim hujan yang berkepanjangan di kawasan ini berpeluang menggenjot inflasi pada Oktober 2016.

Anomali cuaca yang sering disebut La Nina mengakibatkan kerusakan pada tanaman hortikultura, sehingga mengurangi suplai pasokan sejumlah komoditas pangan di Banten.

Settia

“Beberapa komoditas holtikultura misalnya cabai, tomat, dan kentang mengalami kenaikan harga di pasaran. Tetapi, kami belum bisa menghitung sejauh mana kenaikan harga ini berkontribusi dalam inflasi bulan ini,” kata Manajer Unit Asesmen Ekonomi dan Keuangan BI Provinsi Banten, Jenidar Oseva, Selasa 18 Oktober 2016.

Sebelumnya, pada September 2016, tingkat inflasi di Provinsi Banten tercatat mengalami inflasi 0,34% (month-to-month/mtm) akibat kenaikan harga sejumlah produk holtikultura pada September 2016.

Meski, inflasi mengalami kenaikan, inflasi tahun kalender 2016 justru turun menjadi 1,7% pada September 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2,97%.

Jika dirinci, inflasi di tiga wilayah yang menjadi perwakilan penghitungan inflasi di Banten yakni Kota Serang dan Tangerang menempati urutan pertama dan kedua sebagai daerah yang mengalami inflasi tertinggi di Indonesia masing-masing 0,51% dan 0,49%.

Sebaliknya, Cilegon merupakan salah satu dari kota di Indonesia yang mencatatkan deflasi terendah di Indonesia yaitu -0,12%, dua kota lainnya adalah Yogyakarta -0,16%, dan Probolinggo -0,14%. (*)

 

 

Sumber: bisnis.com