Settia

OJK Telah Resmi Terbitkan Izin Bank Banten

BERBAGI

SERANG, BCO – PT Bank Pundi Tbk resmi berganti nama menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) mulai awal Agustus ini.

Pergantian nama ini setelah pada Jumat 29 Juli 2016 lalu, bank berkode emiten BEKS ini telah mendapatkan surat keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 12/KDK.03/2016 tentang penetapan penggunaan izin usaha atas nama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk.

Sebelumnya Bank Pundi telah mendapatkan persetujuan Kementerian Hukum dan HAM RI terkait pergantian nama, pada 27 Juni 2016. Persetujuan kementerian ini tertuang dalam surat keputusan No. AHU-0012108.AH.01.02­ tentang persetujuan akta anggaran dasar PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk.

Dalam keterbukaan ke Bursa Efek Indonesia juga disebutkan bahwa seluruh hubungan hukum, perjanjian kontrak baik dengan nasabah dan debitur maupun dengan mitra usaha yang masih menggunakan nama dan logo Bank Pundi masih tetap berlaku.

Selain itu, warkat bayar berupa cek, bilyet giro dan tabungan.yang memuat dana Bank Pundi tetap dapat digunakan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Fasilitas kartu ATM yang memuat nama dan logo Bank Pundi juga tetap dapat digunakan untuk melakukan transaksi di ATM sampai pemberitahuan lebih lanjut. Terakhir, segala fasilitas manfaat dan fitur serta syarat dan ketentuan lainnya yang saat ini berlaku terkait layanan perbankan tidak mengalami perubahan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Settia

PT Bank Pundi Indonesia Tbk. sebelumnya mengggelar penawaran umum terbatas (rights issue) IV senilai Rp34,41 miliar dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Adapun PT Recapital Securities (RCS) sebagai pemegang saham utama hingga 67,5% saham Bank Pundi, menyatakan tidak akan melaksanakan haknya dalam PUT IV ini.

RCS telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat HMETD dengan PT Banten Global Development (BGD) dan surat penyataan pengalihan HMETD dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (MNC) dengan RCS, masing-masing sebesar 16,34 miliar dan 5,44 miliar dengan harga pelaksanaan Rp18,35 miliar. (*)

Sumber: Kontan