Settia

Pasca Banjir Bandang, Truk Besar Dilarang Melintas di Carita – Labuan

BERBAGI

SERANG, BCO – Kapolda Banten, meminta agar jalan raya Labuan – Cilegon tidak dulu dilintasi truk bertonase besar, karena menurutnya ada beberapa titik jembatan di daerah Carita rawan ambruk sehingga berbahaya bagi pengguna jalan lainnya.

Paska banjir bandang yang menerjang Carita beberapa waktu lalu, membuat beberapa insfrastruktur jalan dan jembatan di kawasan pariwisata tersebut Nampak rusak, terutama jembatan di dekat hutan penelitian Carita. Kondisi tersebut jelas berbahaya bagi pengguna jalan, karena jika tidak segera diatasi, apalagi pembiaran terhadap aktivitas truk-truk bertonase besar tersebut akan semakin memperparah kondisi jalan dan jembatan di wilayah itu.

Kapolda Banten, Brigjen Ahmad Dofiri, dengan tegas meminta Dinas Perhubungan membatasi aktifitas truk dan kendaraan-kendaraan bertonasi besar melintasi jalur tersebut.

“Jalannya kan tinggal setengah itu, apalagi di kali mati yang kemaren banjir bandang, kalau bisa Dishub melarang dulu truk-truk agar tidak lewat situ,” ujar Kapolda Banten kepada media, belum lama ini.

Kondisi seperti ini bukan saja menjadi sorotan pihak kepolisian, tetapi juga sempat menjadi keluhan para pihak terutama pelaku usaha dan masyarakat sekitar kawasan wisata Carita yang menggantungkan hidupnya dari aktifitas pariwisata di daerah tersebut.

“Memang aktifitas truk-truk besar disini sudah mengganggu aktifitas parawisata, lihat jalan-jalan, rasanya siapa yang nyaman maen kesini kalau kondisi jalannya seperti itu,” ujar salah seorang pengelola tempat wisata, Minggu 31 Juli 2016.

Demikian juga yang dikatakan masyarakat, bukan saja aktivitas pariwisata yang terganggu, rusaknya infrastruktur jalan, disebabkan lalu-lintas kendaraan-kendaraan pengangkut material untuk industri di Cilegon tersebut juga mengganggu aktivitas keseharian di beberapa daerah lain seperti Labuan dan Anyer.

“Ya susah kalau seperti ini mah, siapa yang mau jalan rusak, kadang kalau malam banyak yang hampir celaka karena lubang dijalan, belum lagi debunya,” ujar Eroh (23).

Dirinya juga berharap ada perbaikan infrastruktur di jalan-jalan tersebut, selain itu juga ada regulasi terkait penggunaan jalur Labuan – Cilegon oleh truk dan kendaraan bertonase besar lainnya.

“Bagaimana mau sejahtera, kalau kondisi jalan penunjang di kawasan pariwisata saja seperti ini, tamu (wisatawan-red) mana nyaman maen kesini, ” imbuhnya kesal. (*)