Settia

Pengamat Politik Sebut Pilgub Banten Diikuti 3 Pasang Calon, Independent Sulit Lolos

BERBAGI

SERANG, BCO – Konstelasi politik yang terus berubah di Banten ini membuat bingung masyarakat, beragam spekulasi bermunculan setelah melihat sikap politik partai-partai yang ada. Apakah nantinya hanya RK berduel dengan WH – Andika, ataukah ada pasangan lain yang juga nimbrung bertarung di Pilgub Banten 2017 yang akan datang.

Menilik kacamata pakar yang memperhatikan dinamika perubahan arah politik pengusungan bakal calon di Pilgub Banten, saat ini memang masih sebatas opini.

Hal ini juga berlaku bagi “prediksi” jumlah pasangan yang bertarung pada perhelatan lima tahunan itu.

Meski kasat terlihat hanya ada dua kekuatan besar yang sekarang bergeliat, namun menurut pengamat, masih ada kekuatan lain yang juga bisa meramaikan pertarungan perebutan kursi Banten satu ini. Kenyataan saat ini Rano Karno dan PDIP masih jadi raksasa yang diperebutkan karena tingkat elektabilitas petahana yang tinggi. Meski begitu, wacana Poros Tengah yang pernah digadang-gadang pun tidak bisa dipandang sebelah mata.

Settia

Dikatakan Pakar Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Agus Sjafri, meski hampir seluruh partai telah mengucap akan mendukung siapa di Pilgub Banten, namun kenyataan mereka (Parpol) masih gamang jelas terlihat.

Partai Gerindra misalnya, walaupun Ketua Umum, Prabowo Subianto, telah mengeluarkan SK Rekomendasi untuk mendukung pasangan RK dengan Akhmad Taufik Nuriman (ATN), namun diterima tidaknya mantan Bupati Serang tersebut oleh DPP PDIP masih menjadi tandatanya besar, apalagi kabar yang berkembang Rano Karno ingin disandingkan dengan Birokrat.

“Banyak partai yang sekarang ini sebetulnya masih mencari sandaran, Gerindra misalnya walau rekomendasinya menyatakan akan mendukung RK dan memasangkan dengan ATN, tapi kan ATN juga belum diterima karena kan yang menentukan DPP PDIP. Prinsipnya begini, semua partai di Indonesia ini ketika mencalonkan pasti ingin menang, tidak hanya sekedar berpartisipasi,” ujar Dekan Fisip UNTIRTA ini kepada BCO, Kamis kemarin 10 September 2016.

Ditambahkan Agus, dari peta kekuatan yang ada ia memprediksi ada 3 pasang yang akan bertarung di Pilgub 2017 nanti, dan semua berasal dari unsur Partai Politik.

“Saya memandang akan ada tiga pasang calon yang akan maju dan semuanya berpartai,” katanya.

Ia menilai potensi Gerindra untuk melakukan pengusungan cukup besar, melihat ada partai kelas menengah lain yang juga sekarang masih dirasa Agus labil.

“Poros tengah masih mungkin terbentuk, Gerindra centre nya, karena semua partai yang saat ini masih belum menentukan sikap masih bernegosiasi politik, bisa jadi PAN, PKB dan NasDem juga ke poros ini,” imbuhnya.

Namun gagasan opsi Poros Tengah ini sangat kecil mengingat kompetitor yang ada saat ini dirasa sulit dirobohkan, kecuali menurut Agus, hanya untuk pemecah suara.

“Bisa jadi begitu, tapi kemungkinannya kecil kita lihat saja di akhir-akhir, tapi yang paling mungkin menurut saya saat ini duel, RK dan WH – Andika,” tegasnya.

Bagaimana dengan nasib calon independent? Menurut Agus kecil kemungkinan ada yang lolos dari jalur ini, pasalnya ketatnya aturan dan tahapan yang harus ditempuh pasangan bakal calon dari jalur perseorangan membuat dirinya ragu ada kandidat non partai yang turut bertarung di Pilgub Banten 2017.

“Independent menurut saya sulit, melihat perkembangan sekarang ini banyak syarat dukungan yang dinyatakan TMS dan harus diklarifikasi oleh pasangan bakal calon hanya dalam waktu 3 hari saja, kemungkinannya kecil,” sambungnya.

Diketahui, saat ini ada dua pasang bakal calon yang lolos hingga tahapan verifikasi faktual (virtual) yakni pasangan Yayan-Ratu Enong dan pasangan Dimyati-Yemmelia. Namun laporan sementara hasil virtual oleh KPU Banten, menyatakan banyak syarat dukungan kedua pasangan banyak yang dinyatakan TMS (tidak memenuhi syarat). (*)