Settia

PHRI Banten Desak Pemerintah Keluarkan Aturan Larang Truk Industri Beroperasi di Jalur Wisata di Sabtu dan Minggu

BERBAGI

SERANG, BCO – Kondisi pariwisata Banten yang lesu akhir-akhir ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah lalu-lintas pariwisata di hari Sabtu dan Minggu yang terganggu oleh truk-truk angkutan material industri di Cilegon yang melintas di jalur wisata Carita-Anyer.

Masyarakat, pelaku usaha pariwisata dan wisatawan yang berkunjung di kawasan destinasi wisata pantai unggulan di Provinsi Banten itu juga sering mengeluhkan kondisi tersebut.

Ketua PHRI Provinsi Banten, Ahmad Sari Alam, menanggapi hal tersebut, akan segera meminta pihak terkait untuk membuat regulasi yang mengatur lalu-lintas kendaraan bertonase besar itu.

“Wah saya baru tahu itu, nanti kita kan minta ke Dinas Perhubungan untuk membuat aturan melarang aktifitas lalu-lintas truk saat weekend, karena memang kalau seperti itu pasti mengganggu aktifitas pariwisata,” tegasnya.

Sementara Ketua Pengurus Harian PHRI Banten, Ashok Kumar, mengaku menargetkan uang yang akan masuk dari bisnis pariwisata di Banten ini mencapai Rp 600 miliar lebih dalam setahun. Hal ini berpatokan pada rekap omset Pengusaha Hotel dan Restoran yang terhimpun dalam PHRI Banten tahun lalu yang mencapai Rp 500 miliar, namun hal ini sangat bergantung pada kondisi pariwisata dan faktor pendukungnya.

”Kalau pariwisata ini baik, maka pengaruhnya bukan saja pengusaha hotel dan restoran yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat yang berjualan es atau ikan asin misalnya, dan yang menggantungkan hidupnya dari sini pasti akan menikmati,” ujar bos Sanghyang Indah Spa Resort Anyer ini. (*)

Settia