Settia

Politisi PDI-P Penerima Suap Bank Banten Menangis Saat Dituntut 7 Tahun Penjara

BERBAGI

SERANG, BCO – Terdakwa kasus suap pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten, Tri Satya Santosa, telah dituntut hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair tiga tahun kurungan penjara. Atas tuntutan itu, politisi PDI-P yang biasa dipanggil Sony itu menyampaikan nota pembelaannya atau pledoi.

Settia

Sony yang juga Ketua Badan Anggaran DPRD Banten itu menangis saat menyampaikan pledoinya, dan meminta hukumannya diringankan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Serang.

Menurut dia, yang melakukan kesalahan bukan hanya dirinya. Namun, puluhan Anggota DPRD Banten lainnya, termasuk para pimpinan.

“Saya memohon maaf (berhenti terisak), saya masih ada tanggungan keluarga dan saya berjanji tidak mengulangi perbuatan saya. Izinkan saya memohon, kepada majelis hakim yang mulia, demi rasa keadilan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa 19 Juli 2016.

Setelah mendengarkan pledoi Sony, Hakim Epiyanto diakhir persidangan menegaskan, akan membacakan vonis untuk terdakwa Sony dalam kasus suap pendirian Bank Banten ini pada pekan depan, Selasa 26 Juli 2016.

“Baik jika sudah tidak ada bantahan atau yang disampaikan, putusan majelis akan disebutkan nanti pada Selasa tanggal 26 mendatang, dan sidang resmi ditutup,” ujar Hakim Epiyanto.

Kasus dugaan suap pengesahan APBD Banten 2016 diketahui berkaitan dengan pembahasan pembentukan Bank Banten. Perkara ini terungkap dari operasi tangkap tangan KPK pada 1 Desember 2015 lalu

Lembaga anti korupsi mencokok Wakil Ketua DPRD Banten dari Fraksi Partai Golkar S.M. Hartono, Anggota DPRD Banten dari PDI-P Tri Satria Santosa, serta Direktur Banten Global Development Ricky Tampinongkol. Ketiganya diamankan dari sebuah restoran di Serpong, Banten.

Direktur Banten Global Development Ricky Tampinongkol selaku pemberi suap telah mendapatkan vonis dua tahun dan empat bulan kurungan penjara. (*)

Sumber: Okezone.com