Settia

Puluhan Rumah Warga Rusak Diterjang Gelombang Tinggi dan Rob di Banten Selatan 

BERBAGI

PANDEGLANG, BCO – Gelombang tinggi yang menerjang sejumlah wilayah di Banten Selatan dengan ketinggian lebih dari tiga meter menyebabkan puluhan rumah warga yang terletak di pesisir pantai mengalami kerusakan.

Kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, dan Kecamatan Biuangeun Kabupaten Lebak.

Bahkan diketahui, terjadinya Rob atau banjir air laut telah merusak sekitar 31 rumah warga di Kecamatan Cikesik, Kabupaten Pandeglang, dan musibah ini membuat pemilik rumah kehilangan tempat tinggal.

Rob sendiri sudah terjadi sejak seminggu yang lalu dan puncaknya terjadi pada hari Kamis 9 Juni 2016, sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut informasi, ada 2 wilayah di Cikeusik yang mengalami dampak kerusakan berat akibat Rob tersebut, yaitu Kampung Muara 2 RT 05 sebanyak 12 rumah warga, dan RT 01 sebanyak 19 rumah warga yang hancur tersapu air laut.

Warga yang rumahnya hancur akibat terbawa ombak itu terpaksa harus mengungsi ke lokasi yang tidak jauh dari wilayah pemukiman mereka sebelumnya, yaitu di belakang Polsek Cikeusik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Sumawijaya menjelaskan, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Sekarang kondisi daerah pesisir di Cikeusik dan Binuangeun masih siaga. Kami sudah menurunkan personel dan bantuan, masyarakat pun sekarang mulai berbenah,” ujarnya Jumat 10 Juni 2016.

Sumawijaya mengatakan, terkait kerugian yang dialami warga, hingga saat ini masih didata oleh petugas BPBD Banten.

Menurut Sumawijaya, kejadian luapan ombak ini bukan hanya terjadi di Banten saja, namun juga di daerah-daerah lain di Indonesia. Di Banten sendiri daerah yang terkena luapan ombak ini berada di wilayah Kabupaten Pandeglang khususnya di Cikeusik dan Lebak khususnya di wilayah Binuangeun.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Ino S Rawita menjelaskan, Pemprov Banten telah menyalurkan bantuan terhadap masyarakat berupa sejumlah kebutuhan pokok dan alas tidur, seperti matras.

“Bantuan baru kita kirim di daerah Cikeusik dan Binuangen. Sekarang kita lakukan pendataan dulu,” ujarnya. (*)