Rano: Haji Embay Awalnya Susah Diajak Bergabung

BERBAGI

SERANG, BCO – Bukan tanpa perdebatan, dipilihnya sosok Embay Mulya Syarief sebagai pendamping petahana di Pilgub Banten ini, oleh DPP PDIP, PPP dan NasDem tersebut sempat menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Banten.

Mengingat “Haji Embay” bukan nama “beken” seperti banyak nama lain yang juga turut disodorkan untuk dipilih oleh Rano Karno.

Padahal sebelumnya, beberapa nama untuk pendamping petahana sempat beredar dipermukaan, baik dari kalangan birokrat ataupun politisi yang namanya digadang-gadang bisa mendulang banyak suara untuk membantu pemenangan RK di perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Menurut Rano Karno yang juga sebagai kader PDI Perjuangan, penunjukan tokoh Banten itu telah melalui jalan yang panjang, bukan saja dari ketokohan namun karena alasan PDI Perjuangan tidak bisa mengusung calon sendiri disebabkan kursi yang dimiliki di DPRD Banten tidak mencukupi, sehingga harus dipilih calon wakil gubernur yang memiliki integritas, kompetensi dan membawa serta partai politik untuk koalisi.

“PDI-P tidak bisa sendiri, harus berkoalisi dengan PPP dan NasDem, kita tidak bisa mengusulkan walaupun saya punya keinginan. Pak Embay adalah kader PPP Pak Romi dan Pak Mardiono juga berharap PPP bisa mendampingi, inilah dinamika politik,” kata Rano usai mendaftar di Kantor KPU Provinsi Banten, Jumat 23 September 2016.

Ia juga menjelaskan jika wakilnya tersebut sebelumnya masih berpegang pada prinsipnya untuk tidak terjun dalam politik praktis.

“Pak Haji Embay ini susah sekali buat kita ajak untuk bergabung, cuman saya bilang, Banten ini perlu bapak yang mengerti soal masalah yang dihadapi saat ini,” ujar Rano menambahkan.

Dilain pihak, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), Mardiono mengatakan, pengusungan Embay Mulya Syarief juga dicalonkan oleh PDIP dan NasDem melalui seleksi dan proses panjang.

“PPP pun tidak bisa mengambil sendirian, harus bersama partai koalisi, ini adalah pilihan terbaik dari gabungan parpol yang akan memenangkan Pilkada 2017 bersama rakyat Banten,” terangnya.

Sementara, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Banten, Wawan Iriawan menuturkan, parameter penentuan bakal calon kepala daerah dari partai besutan Surya Paloh itu adalah survey dan selama ini, pihaknya telah melakukan survey berkali-kali untuk petahana, Rano Karno.

“Kami telah melakukan survey dengan berbagai cara, survey pertama dalam penelaahan kita ini, Pak Rano Karno masih tinggi, tiga bulan kita survey lagi masih tinggi dan terakhir kita survey bulan Juli Pak Rano masih tinggi, oleh karenanya NasDem ingin partai yang kita usung adalah partai yang akan menang dipertarungan Pilgub Banten ini,” pungkasnya. (*)