Settia

Rano Sebut Laporan Reses DPRD Banten Sebagai Pengaduan Biasa

BERBAGI

SERANG, BCO – Senin 18 Juli 2016, Gubernur Banten Rano Karno menyebut laporan hasil reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten sebagai pengaduan biasa.

Politisi PDIP tersebut mendengarkan laporan hasil penjaringan aspirasi masyarakat oleh anggota dewan beberapa waktu lalu.

“Wah bukan reses itu, pengaduan itu,” kata Rano sambil tertawa.

Menurutnya apa yang disampaikan Anggota Dewan merupakan realitas yang terjadi di masyarakat, hanya saja ada campur aduk kewenangan antara Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota di laporan hasil reses yang disampaikan. Selain itu, Rano juga menyinggung soal serapan anggaran kabupaten/kota yang rendah.

“Inilah realita dari kabupaten/kota dimana harapannya provinsi ikut, cuma kan permasalahannya bantuan kabupaten/kota saja serapannya rendah bagaimana kita bisa ikut lebih total jadi ini terpaksa kita evaluasi,” katanya menambahkan.

Masalah yang terjadi di kabupaten/kota, ujar Rano, tidak melulu menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi, tetapi bagaimana pemerintahan di bawahnya bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi di daerahnya sendiri.

Settia

“Harusnya kabupaten/kota menjadi leading, gak hanya provinsi, provinsi ini kan hanya menjadi fasilitator,” imbuhnya. Selain itu, Rano melakukan evaluasi terhadap bantuan untuk kabupaten/kota. Pasalnya saat ini Provinsi Banten sedang membutuhkan banyak dana untuk pembiayaan Bank Banten, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Itu kan kita perlu dana yang besar, jadi nunggu kalau ada sisanya baru kita bagikan,” pungkas Rano. (*)