Settia

Kramatwatu Mencekam, Warga 2 Kampung di Desa Pejaten

BERBAGI

SERANG, BCO – Dipicu ketidakpuasan hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), warga di dua kampung, Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, tawuran, Jumat malam 14 Agustus 2015.

Warga Kampung Pengarengan dan Kampung Kejayan, bertawuran di depan kantor Desa Pejaten. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas dari arah Serang menuju Cilegon maupun sebaliknya macet total.

Periatuwa ini bermula saat warga Kampung Kejayan, tidak terima karena calon kepala desa dari kampung tersebut kalah dari Kampung Pengarengan.

Ahmad Rofei, salah seorang warga mengungkapkan, tawuran bermula usai acara pelantikan kepala desa terpilih di Kantor Kecamatan Kramatwatu sekitar pukul 17.00.

Pada pukul 19.00, massa dari Kampung Kejayan mulai memblokade jalan. Blokade tersebut membuat warga Kampung Pangarengan yang hendak menuju lokasi pengajian massal yang melewati Kampung Kejayan tidak bisa lewat.

Ribuan kendaraan dari arah Cilegon-Serang dan sebaliknya terjebak, karena massa memblokade dua jalur di jalan tersebut dengan membakar ban di tengah jalan.

“Orang Kejayan nggak terima kalau yang menang orang sini (Kampung Pangarengan-red),” ujarnya.

Settia

Rofei mengaku tidak heran jika dua kampung ini bertikai hingga melakukan tawuran. Menurutnya, pertikaian warga antar Kampung Kejayan dengan Kampung Pengarengan sudah sering terjadi, bahkan sejak 1990 silam.

“Jangankan masalah Pilkades, masalah bola saja ribut,” katanya.

Hingga pukul 22.30, tawuran warga masih berlangsung dan membuat suasana sekitar lokasi terasa mencekam.

Di lokasi, Satuan Brimob Polda Banten dilengkapi Baracuda berhasil memecah konsentrasi massa dengan senjata gas air mata. (*)