Settia

Sikapi Kasus Ahok, Kapolda Banten Bawa 40 Ulama Banten Bertemu Presiden di Istana

BERBAGI

SERANG, BCO – Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersama 40 perwakilan alim ulama se-Banten menghadap Presiden Jokowi siang tadi, 10 November 2016. Agenda pertemuan tersebut dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Banten AKBP Zaenudin menuturkan perwakilan alim ulama yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut mewakili daerah seperti Pandeglang, Serang, Lebak, Tangerang. Salah satunya adalah ulama kharismatik Banten Abuya Muhtadi Dimyati.

“Diantaranya Abuya Muhtadi dan ulama yang lain dari perwakilan daerahnya masing-masing,” paparnya.

Mengawali pertemuan, Jokowi terlebih dulu mengajak sekitar 40 ulama dan kiai yang hadir untuk santap siang.

Setelah santap siang dilakukan, acara utama dimulai. Jokowi mengajak ulama berpindah ke salah satu ruangan di Istana Negara yang sudah terhampar karpet merah tebal.

Di sana, Jokowi bersama kiai dan ulama duduk lesehan membentuk formasi melingkar.

Jokowi sendiri saat itu ditemani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi.

Usai pertemuan, Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang ditanya maksud pertemuan Presiden dengan ulama adalah untuk menyikapi kasus Ahok dan rencana aksi 25 November mendatang.

Namun begitu, Kapolda mengaku tidak bisa melarang warga untuk datang dan ikut dalam unjuk rasa. Hanya saja, dia berharap jumlah warga dari Banten yang mengikuti demo berkurang.

“Ya kita berdoa begitu,” kata Sigit usai mendampingi ulama Banten bertemu dengan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dia mengatakan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan para ulama. Ulama diharapkan bisa memberi pengertian kepada para jemaah dan meyakinkan bahwa pemerintah tegas dalam memproses hukum Gubernur nonaktif DKI Jakarta Ahok dalam dugaan penistaan agama yang saat ini tengah berjalan.

“Yang jelas kami sudah berdialog dengan rekan-rekan ulama, itu (ikut demo) adalah pilihan, karena harapannya kondusif tentunya pilihannya juga harus kondusif,” kata mantan ajudan Jokowi itu.

Jokowi belakangan ini memang sibuk melakukan konsolidasi menyikapi kasus penistaan agama Islam yang dilakulan Ahok, terutama pasca demo besar-besaran di sekitar Istana, pada Jumat 4 November 2016 pekan lalu.

Saat itu, massa berkumpul untuk menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap melakukan penistaan agama.

Sebelumnya, Jokowi juga sudah bertandang ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Jokowi juga menghadiri Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Selain itu, Kepala Negara juga mengundang 17 pimpinan organisasi massa Islam ke Istana.

Dalam setiap pertemuan sebelumnya, Jokowi berterima kasih kepada para tokoh agama yang telah berkontribusi menyejukkan suasana. (*)

Settia