Settia

Soal “Endusan Korupsi” oleh KPK kepada Calon di Pilgub Banten, KPU Enggan Komentar

BERBAGI

SERANG, BCO – Soal pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengendus adanya indikasi tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pelaksanaan Pilkada Banten 2017 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten enggan menanggapinya.

Dikatakan Komisioner KPU Banten Syaiful Bahri, terkait pernyataan yang disampaikan Ketua KPK tersebut soal adanya dugaan tindak pidana korupsi di Banten ini, bukan merupakan ranah KPU untuk mencampuri.

“Saya harus satu kata dengan Ketua KPU Banten bahwa kita tidak boleh dalam kapasitas mengomentari statement Ketua KPK. Bahwa Ketua KPK ngomong apapun, kita sebagai penyelenggara tetap berpedoman untuk menyelenggarakan Pilgub ini secara berintegritas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Syaiful kepada wartawan, Rabu 30 November 2016.

Settia

Syaiful juga bisa memastikan, pernyataan Ketua KPK yang akhirnya menimbulkan polemik di masyarakat itu, bukan ditunjukan kepada para penyelenggara Pilkada Banten 2017 mendatang.

“Dari sumber yang bisa kami percaya, pernyataan Ketua KPK itu tidak termasuk berkaitan dengan penyelenggara dalam Pilgub ini. Tapi apapun itu kaitannya, mereka yang tahu. Intinya tidak berkaitan dengan kami,” tegas Syaiful.

Sebelumnya ramai diberitakan Ketua KPK Agus Rahardjo melemparkan bola panas terkait adanya dugaan Tipikor yang mewarnai penyelenggaraan Pilkada Banten ini dan sedang diawasi oleh lembaga anti rasuah tersebut.

“Saya monitor, kami punya radar untuk Banten. Tapi karena tindak pidana korupsinya itu besar, nanti setelah Pilkada saja kami ungkap,” kata Agus usai menjadi pembicara bedah buku Jihad NU Melawan Korupsi di Kantor PWNU Banten, Sabtu 26 November 2016 lalu.

Kendati begitu, Agus enggan menjelaskan lebih jauh mengenai siapa aktor yang diincar KPK tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa informasi itu berkaitan dengan kasus korupsi di Banten pada masa lalu.

“Bukan soal dana kampanye, tapi sebetulnya berkaitan dengan dengan kejadian yang sebelumnya. Makanya sementara biar aja dulu, nanti dikira mengganggu jalannya Pilkada. Kita tunggu saja,” kata Agus. (*)