Settia

Tanjung Lesung Fasilitasi Berdirinya Pusat Budaya Asing “Mongolia”

BERBAGI

CILEGON, BCO – PT Jababeka Tbk dan Kedutaan Besar Mongolia di Indonesia bekerjasama untuk pembangunan pusat budaya Mongolia di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Pembangunan pusat budaya ini merupakan bentuk perayaan 60 tahun terjalinnya hubungan bilateral antara Mongolia dan Indonesia.

Pusat budaya ini akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara dan menempati lahan seluas satu hektar di area pengembangan PT Banten West Java Tourist Development selaku anak usaha PT Jababeka Tbk.

Adanya pusat budaya ini diklaim akan menjadi salah satu pusat penarik wisatawan baik mancanegara maupun domestik untuk datang ke Tanjung Lesung. Selain itu juga sebagai wujud realisasi setelah Tanjung Lesung ditetapkan sebagai 10 destinasi wisata prioritas.

“Pusat budaya ini bisa menambah atraksi dan daya tarik investor karena Tanjung Lesung biasanya jadi tempat destinasi bagi warga Jakarta dan sekitarnya,” kata Presiden Direktur Utama PT Jababeka Tbk Budimanto Liman, saat memberikan sambutan dalam soft opening Pusat Budaya Mongolia, di Tanjung Lesung, Sabtu 26 November 2016.

Keberadaan Pusat Budaya Mongolia ini juga diharapkan bisa menaikkan angka turis Mongolia yang datang ke Indonesia. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menargetkan wisman dari Greater China, Oceania, Asia Tenggara, Asia, Greater India, dan Eropa sebagai pasar utama kunjungan ke Indonesia.

“Kami targetkan 2,1 juta wisman datang dari Greater China dan sekitar 1 juta kami yakin dari Mongolia, ke depannya kami harap banyak turis Mongolia ke Indonesia dan sebaliknya,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana dalam kesempatan yang sama.

Pusat Kebudayaan Mongolia ini nantinya akan terdiri dari empat ger atau sebutan untuk tenda khas Mongolia yang memiliki fungsi masing-masing sebagai guest house, tempat permainan tradisional Mongolia, dapur untuk mencoba kuliner Mongolia, dan tempat untuk menampilkan seni khas Mongolia.

Selain itu juga akan dilengkapi taman, kuda, dan patung Gengis Khan sehingga menjadikannya sebagai Mongolia kecil di Indonesia.

“Awal 2017 akan dibuka untuk umum setelah musim hujan ini berakhir,” tandas Duta Besar Mongolia untuk Indonesia Batsesteg Shardar. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Settia

 

 

 
Sumber: Kompas.com