Settia

Tarif Bus Harus Sesuai Karcis, Bila Ada Pungutan Tarif Bus Tanpa Karcis Segera Lapokan ke Dishub

BERBAGI

SERANG, BCO – “Tuslah” Istilah yang sering digunakan pengusaha angkutan untuk menaikan tarif saat moment lebaran atau musim mudik tiba.

Ongkos atau tarif angkutan bisa naik setengah hingga 2 kali lipat saat waktu tersebut, terutama untuk angkutan massal jenis bus kota.

Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishub-Kominfo) Provinsi Banten, Herdi Jauhari mengatakan, bahwa pihaknya telah menerbitkan tarif atas dan tarif bawah untuk trayek lokal dan luar kota, serta sudah mengedarkannya ke seluruh pengusaha angkutan di Banten.

“Pengusaha angkutan tidak boleh memasang tarif lebih rendah dari tarif bawah dan lebih tinggi dari tarif atas,” jelas Herdi, kepada BCO, Rabu 8 Juni 2016.

Sementara itu, menanggapi tarif mahal yang terjadi setiap menjelang dan sesudah musim mudik lebaran di Provinsi Banten, Herdi lebih menyoroti angkutan bus antar kota, yang biasanya paling banyak dikeluhkan masyarakat.

Settia

Herdi menambahkan, bahwa masyarakat berhak mendapatkan karcis perjalanan dari kondektur bus untuk memastikan tarif yang dipatok angkutan tersebut.

Jika uang yang diminta tidak sesuai dengan tarif, maka masyarakat berhak meminta kembali uang kelebihannya.

“Kalau tarifnya tidak sesuai karcis, langsung lapor saja biar kita langsung kasih tindakan,” tegas Herdi.

Pihaknya juga tidak segan-segan untuk melakukan pembekuan hingga pencabutan ijin trayek bagi pengusaha bus yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Semua angkutan harus memberlakukan karcis, jika memang terbukti masih ada angkutan yang tidak memberikan karcis ke penumpangnya, maka sanksi berupa pembekuan dan pencabutan ijin,” kembali Herdi menegaskan. (*)