Tersangka Korupsi, Mantan Kepala Dinas Anak Buah Ratu Atut Dijebloskan ke Penjara

BERBAGI

SERANG, BCO – Setelah sekitar dua tahun masih bisa menghirup udara bebas sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Banten, akhirnya mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Pemprov Banten, Sutadi, bersama seorang pengusaha Direktur PT Alam Baru Jaya Muhamad Kholis, digiring penyidik Kejaksaan Negeri Serang ke mobil tahanan untuk dijebloskan ke penjara, Kamis 9 Juni 2016.

Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek jembatan Kedaung Tangerang, Banten tahun 2012 senilai Rp 23,42 miliar.

Sutadi bersama rekannya dijebloksan penyidik Kejari Serang ke Rumah Tahanan Kelas II B Serang, setelah berkas penyidikan tahap II dinyatakan lengkap dan dilimpahkan oleh Polda Banten ke Kejari Serang.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Serang, Agustinus Olaf Mangontan, dilakukannya penahanan selama 20 hari ke depan terhadap dua tersangka dugaan korupsi proyek jembatan Kedaung Tangerang Banten tahun 2012 ini, agar kedua tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan tidak mempersulit proses persidangan.

Olaf menambahkan bersama pelimpahan tersangka dan barang bukti, Kejari Serang juga telah menerima uang sitaan dari kedua tersangka sebesar Rp 3,5 miliar.

“Sudah kita terima melalui rekening tersangka. Pengembalian (uang sitaan) atas nama keduanya. Terkait dengan berkas penuntutan, 20 hari kita upayakan akan melimpahkan ke Pengadilan,” tuturnya.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Banten tentang penggunaan dana APBD Provinsi Banten 2013. Dalam LHP BPK, ada ketidaksesuaian pembayaran baja pelengkung senilai Rp 13 miliar dalam pembangunan proyek Jembatan Kedaung. Setelah diusut, penyidik tidak menemukan baja pelengkung itu terpasang pada konstruksi Jembatan Kedaung di Kota Tangerang.

Padahal, DBMTR Provinsi Banten telah membayar pekerjaan ke PT ABJ sebesar 100 persen. Untuk menguatkan dugaannya, Subdit III Tipikor meminta bantuan ahli konstruksi dari Unibraw untuk audit fisik Jembatan Kedaung. Hasilnya, konstruksi bangunan tidak sesuai spesifikasi.

Perkiraan awal, kerugian keuangan negara akibat pengerjaan proyek itu bertambah menjadi Rp 16 miliar.

Penyidik Subdit III Tipikor juga melakukan penggeledahan. September 2014 lalu, dari dua kantor DBMTR Provinsi Banten di Kota Serang, Jalan Bhayangkara dan Jalan KH Abdul Fatah Hasan, penyidik menyita dokumen asli pengawasan proyek, harga perkiraan sementara (HPS), surat perintah membayar (SPM), surat perintah pencairan dana (SP2D), dan dua unit CPU.

Sutadi diketahui merupakan kepala dinas “anak buah kepercayaan” Ratu Atut Chosiyah saat menjabat Gubernur Banten. Sutadi sendiri menjabat sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Pemprov Banten, pada periode tahun 2012 – 2014. (*)