Settia

Ulama Banten Ajak Ummat Islam Boikot Metro TV dan Sari Roti

BERBAGI

SERANG, BCO – Geram karena acap kali gerakan ummat Islam dideskriditkan secara pemberitaan di salah satu media televisi nasional terutama terkait Aksi Bela Islam baik yang 411 maupun Aksi 212 lalu, sejumlah ulama yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten menyerukan kepada ummat Islam di Banten untuk melakukan memboikot dengan menghapus channel televisi Metro TV.

Settia

Dalam pernyataan sikap yang diterbitkan 9 Desember 2016 ini, para ulama menilai media massa yang dipimpin Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh itu hanya memperkeruh suasana, dan cenderung mendorong perpecahan di kalangan ummat Islam Indonesia.

Selain itu, FSPP Provinsi Banten juga mengajak ummat muslim untuk tidak membeli dan mengkonsumsi produk yang dihasilkan PT Nippon Indosari Corpporindo Tbk (Sari Roti). Pasalnya produsen merk Sari Roti itu diketahui telah menilai miring gerakan ummat Islam dalam Aksi 212 yang menuntun penegakkan hukum terhadap Ahok yang telah melakukan penistaan agama Islam.

FSPP juga mengajak masyarakat untuk ikut dalam gerakan memperkuat perekonomian ummat Islam, dengan memilih belanja ke warung-warung milik ummat Islam, dan mengesampingkan toko waralaba milik non-muslim.

Pernyataan sikap organisasi FSPP ini diketahui mewakili 3.496 pondok pesantren se Banten yang merupakan anggotanya, dan juga ditandatangani oleh 5 orang kyai besar yang duduk dalam struktur inti FSPP Banten, yakni KH A Maemun Alie, Dr KH Ikhwan Haddiyin, KH Shodiqin, KH Matin Jawahir dan KH Anang Azhari Aliem (*)