Settia

Saut Situmorang dan HMI

BERBAGI

Oleh: Delianur (Mantan Ketua Umum PB PII)

 

ANDAI KAHMI dan teman-teman PB HMI serius mengajukan tuntutan hukum atas Saut Situmorang (SS), maka ini akan menjadi sangat menarik. Akan ada banyak hal yang diuji dan terlihat dengan peristiwa ini.

Kita akan melihat bagaimana sikap Polri terhadap KPK sekarang. Atau sebaliknya. Bagaimana sebetulnya KPK sekarang dimata Polri. Kalau pemalsuan KTP seorang Abraham Samad bisa membuatnya jatuh dari kursi Ketua KPK, lalu apakah pernyataan melecehkan seorang Saut tidak akan berakibat apa-apa. Apalagi yang menuntutnya itu organisasi yang mempunyai jaringan kuat seperti HMI.

Dari sini juga akan terlihat kesaktian seorang SS dimata Polri dan KPK. Karena SS ini meski pekerjaannya adalah abdi negara atau PNS, tapi bisa memiliki bisnis Money Changer. Bisnisnya menurut Yanti Garnasih, timsel KPK dan pakar hukum tindak pidana pencucian uang, terindikasi terlibat pencucian uang.

Settia

Abdi negara pemilik mobil mewah Jeep Rubicon ini juga mengakui bahwa dia mendapat rekomendasi dari Jendral Luhut Binsar Panjaitan (LBP) untuk ikut seleksi menjadi Komisioner KPK. LBP adalah mantan Dubes RI di Singapura, tempat dimana SS pernah menjadi Staff ahli. Sekarang mantan bosnya itu adalah Menkopolhukam dan orang kepercayaan Presiden. Konon bersama Alexander Marwata dan Basaria Panjaitan, mereka adalah Trio Komisioner KPK hasil tekanan LBP ke politisi senayan.

Lalu dengan latar seperti ini, apakah SS akan bertahan atau tergusur? Akankah SS bernasib seperti Samad dan Bambang Widjayanto? Dua komisoner KPK yang diturunkan karena terlibat pemalsuan KTP dan mendapat tudingan sumir kesaksian palsu di MK

Kalau saya menduga, kasus ini tidak akan berlanjut. Akan menguap begitu saja di tengah jalan. SS tidak akan mengalami nasib seperti Samad atau Bambang Widjoyanto. SS akan tetap menjadi Komisoner KPK sampai masa akhir jabatan. Bukan karena HMI dan Polrinya tidak serius. Bukan juga karena lobby Luhut terhadap Jusuf Kalla. Alumni HMI yang sekarang memiliki jabatan paling tinggi di pemerintahan dibanding semua Alumni HMI se-NKRI.

Tetapi SS selamat dikarenakan pertimbangan survei. Sebab survei menunjukan kalau SS itu orang baik. Dia tidak mempunyai niat buruk untuk menghina HMI. (*)