Settia

Bersamaan Dengan Kasus Pencabulan oleh Guru Ngaji, Polres Cilegon Juga Tangkap Pemuda Pemerkosa Gadis di Bawah Umur

BERBAGI

CILEGON, BCO – Dalam waktu hampir bersamaan, Kamis 17 Maret 2016, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cilegon menangani dua kasus tindakan asusila yang dilakukan para lelaki bejat terhadap anak di bawah umur.

Jika di Kecamatan Cibeber Polres Cilegon menangkap seorang guru ngaji karena perbuatan cabul, di Lingkungan Kelelet, Kelurahan Warnasari, petugas Polres Cilegon menangkap pemuda pengangguran berinisial R (25), lantaran adanya laporan kasus dugaan pemerkosaan dari masyarakat.

Pemuda yang berstatus duda itu ditangkap jajaran Polres Cilegon pada Rabu malam 16 Maret 2016.

Kanit PPA Satreskrim Polres Cilegon, Ipda Heni Pancawati, mengatakan, R ditangkap karena ia mencabuli anak di bawah umur.

Menurut Ipda Heni, pemuda R ini memperkosa korbannya di sebuah kostan milik temannya.

“Pemuda ini punya istri tapi sudah cerai. Pelaku akan dijerat Pasal 81 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ia akan dijerat hukuman maksimal 15 tahun,” kata Heni kepada awak media, Kamis 17 Maret 2016.

Heni menambahkan, korban merupakan gadis putus sekolah yang baru berusia 15 tahun.

“Korban ini sudah putus sekolah, mungkin karena bingung dan masih belia, si korban mudah dirayu dan diiming-imingi. Jadi korban ini mau saja dikibulin,” ujarnya.

Penyidik sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengambil visum terhadap korban.

Settia

“Setelah kami mintai keterangan dari saksi, RT, dan hasil visum juga keterangan orang tua korban. Dari data tersebut sudah kuat pelaku ini menjadi status tersangka,” imbuh Heni. (*)