Settia

70 Anak Disunat dalam Milad ke-103 Muhammadiyah di Cilegon

BERBAGI

CILEGON, BCO– Sebanyak 70 anak kurang mampu mengikuti sunatan massal yang diselenggarakanoleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ranting SMA Muhammadiyah Cilegon, Selasa 17 November 2015. Kegiatan sunat massal yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon dilaksanakan dalam rangka Milad ke-103 Muhammadiyah.

Ketua IPM Rating SMA Muhammadiyah Cilegon Ade Hikmatullah mengatakan, pelaksanaan sunatan massal mendapatkan respons yang cukup baik oleh warga dengan banyaknya pendaftar sunatan massal yang melebihi jumlah kuota, yaitu hanya 70 anak saja.

“Dalam waktu satu minggu menyebarkan infomasi kegiatan ini, Alhamdulillah target 70 anak tercapai. Meskipun sebenarnya masi ada beberapa anak yang ingin disunat, kami tetap tidak bisa dengan alasan, sunat yang dilakukan pada siang hari merupakan waktu yang tidak baik dan beresiko tinggi mengalami pendarahan,” kata Ade.

Acara bakti sosial yang dilakukan dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah, dikatakan Ade sebagai bentuk pengembangan kegiatan organisasi IPM yang diharapkan memiliki peran serta kepada lingkungan sekitar, sekaligus sebagai media sosialisasi keberadaan SMA Muhammadiyah Kota Cilegon.

Kepala SMA Muhammadiah Kota Cilegon Fatimah mengatakan, kegiatan bakti sosial berupa sunatan massal adalah sebagai bentuk kegiatan menjalankan perintah agama. Dimana sunat harus dilakukan oleh anak laki-laki sebelum akil baligh. Dengan adanya sunatan massal ini dapat mempermudah keluarga kurang mampu untuk melakukan sunat kepada anaknya dengan gratis.

“Kegiatan ini juga merupakan realisasi dalam quran surat al-Maun, dimana orang yang mendustakan agama adalah orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberikan makan orang miskin. Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa melaksanakan agama bukan hanya pada ritual solat saja, tetapi hak kita berbagi kepada orang miskin harus bisa dilaksanakan,” kata Fatimah.

Momentum Milad ke-103 Muhammadiyah, diharapkan para generasi mudah bisa mencontoh pendiri Muhammadiyah yaitu Ahmad Dahlan. Sebagai pendidikan Islam, SMA Muhammadiyah diharapkan bisa mengajarkan agama, bukan hanya pada teori saja, tetapi aplikasi langsung kepada peserta didik. (*)

Settia