Settia

Aat Tegaskan Dirinya Tak Pernah Terima Uang dari Kontraktor Pembangunan Pelabuhan Kubangsari

BERBAGI

CILEGON, BCO – Baru saja menghirup udara bebas usai menjalani hukuman 3,5 tahun atas kasus korupsi Pelabuhan Kubangsari. Nama mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafaat kembali disebut-sebut dalam persidangan kasus korupsi proyek pembangunan dermaga Pelabuhan Kubangsari di Pengadilan Tipikor PN Serang, Selasa kemarin, 22 Desember 2015.

Aat dituding oleh pihak terdakwa telah menerima sejumlah aliran dana ke rekening pribadi dari kontraktor pelaksana pembangunan dermaga Pelabuhan Kubangsari itu.

Menanggapi hal tersebut, Aat membantah dengan tegas bahwa dirinya benar-benar tidak mengetahui apapun soal aliran dana dari para kontraktor.

Sementara terkait fakta uang Rp 5 miliar di rekening pribadi Aat saat itu, yang dituding merupakan pemberian dari Direktur PT Baka Raya Utama (BRU) Lizma Imam Riyadi (almarhum) selaku pihak pelaksana proyek dengan cara meminjam bendera PT Galih Medan Perkasa (GMP), Aat mengaku dalam rekening pribadinya saat itu memang terdapat nilai uang sekitar Rp 5 miliar. Namun Aat menegaskan itu bukan aliran dana dari pembangunan Pelabuhan Kubangsari yang dimaksud.

“Mungkin ini seperti kemiripan. Tapi itu uang benar-benar punya saya pribadi yang berasal dari penjualan ruko senilai Rp 3 miliar dan penjualan belasan truk senilai Rp 2 miliar. Itu semua bisa dibuktikan, tapi kan semua berkas transaksi jual belinya sudah diambil pihak kejaksaan sebelum saya dipenjara dulu,” kata Aat saat menggelar konfrensi pers di Islamic Center Cilegon (ICC), Rabu 23 Desember 2015.

Aat menilai, tudingan itu hanya sekedar asumsi dari terdakwa, tanpa ada bukti apapun.

“Setiap transaksi atau transfer uang pasti ada buktinya, yang bisa dikasih lihat siapa dan kapan dikirimnya,” kata lelaki yang akrab disapa Wali Sepuh ini.

Ayah dari calon Walikota Cilegon terpilih Tb Iman Ariyadi ini, mengaku siap jika dirinya kembali diperiksa menjadi saksi dalam persidangan. Aat yang merasa yakin tidak menerima uang itu pun menanggapinya dengan santai.

“Aneh-aneh saja, kalau mau bawa-bawa saya lagi ya harus ada bukti. Pusing saya ngurusin itu, masa tua saya ingin lebih dekat sama cucu-cucu saja,” kata Aat. (*)

Settia