Antisipasi Kebakaran, Damkar Cilegon Bentuk Tim Tanggap Darurat Internal Pasar

BERBAGI

CILEGON, BCO – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cilegon bentuk tim tanggap darurat pasar guna mengantisipasi bencana kebakaran secara dini di lingkungan pasar Kota Cilegon dengan disertai pembekalan dan pengetahuan tentang tanggap darurat dalam mengatasi bencana kebakaran yang bertempat di Aula Kantor Damkar Cilegon, Kamis 29 Oktober 2015.

Pedro Sio Apinto, Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran mengatakan, kerawanan bencana kebakaran di pasar memang terletak pada bagaimana cara penataan dan pengelolaan lokasi pasar itu sendiri.

“Di pasar kita anggap rawan kita lihat dari penataan dan pengelolaan pasar itu sendiri. Bagaimana kesiapan pengelolaan di internal pasar dalam hal ini kita dorong, kita bantu memberikan satu pemahaman sekaligus memberikan satu keterampilan personil yang ada supaya mereka dapat membantu mengelola. Mungkin barangkali kalau sewaktu-waktu terjadi kebakaran mereka harus bisa melakukan tindakan atau penanggulangan awal terhadap kebakaran,” katanya.

Menyoroti dari segi penataan, lanjut Pedro, harus terus ada perbaikan, karena dari sudut pandang petugas damkar, kondisi yang tidak tertata dan terkesan kumuh secara estetika kurang terlihat baik dan hal tersebut juga dapat memicu awal terjadinya kebakaran. Apalagi dengan adanya penumpukan sampah yang tidak langsung dibuang pada tempatnya.

“Penataan yang kurang baik dan terkesan kumuh, apalagi dengan banyaknya penumpukan sampah, itu dapat memicu awal terjadinya kebakaran. Maka kedepannya harus terus adanya perbaikan dalam penataan tempat di pasar. Sekarang bagaimana caranya pengelola internal pasar dapat mengkoordinir dan mendorong tim tanggap darurat bencana kebakaran yang sudah di tunjuk oleh pengelola internal pasar agar dapat diberdayakan secara maksimal untuk mengamankan dan siaga dalam penanggulangan kejadian kebakaran di pasar,” ujar Pedro.

Selain itu, Pedro juga mengimbau kepada pengelola internal pasar untuk dapat melakukan perawatan terhadap alat yang sudah tersedia seperti hydrant agar saat ada kejadian dapat digunakan secara maksimal.

“Instalasi dan ketersediaan alat pemadam kebakaran di pasar saya rasa sudah sangat representatif seperti yang ada di Pasar Keranggot. Maka dari itu, kami terus menghimbau kepada pengelola internal pasar untuk terus melakukan perawatan, sehingga jika ada insiden, peralatan dapat dioperasikan secara maksimal,” katanya.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Kepala Damkar Cilegon, Habibullah AlFarisyi mengatakan, setelah pembentukan tim tanggap darurat bencana kebakaran internal pasar, selanjutnya Damkar akan menargetkan pembinaan tanggap darurat di lingkungan industri dan SKPD yang ada di Kota Cilegon.

“Setelah ini, target selanjutnya adalah pabrik dan perkantoran SKPD yang ada di Kota Cilegon,” kata Habibullah mengakhiri. (*)