Settia

Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon Lepas Ekspor Senilai Rp. 3,7 Miliyar

BERBAGI
Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil saat akan memecahkan kendi sebagai tanda pelepasan ekspor/Foto: Adji

CILEGON, BCO – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian Kelas II Cilegon kembali melepas komoditas ekspor berupa tepung terigu dan tepung jagung dari tiga perusahaan yang ada di Kota Cilegon. Ketiga perusahaan tersebut diantaranya, PT Tereos FKS Indonesia, PT Bungasari Flour Mills, dan PT Golden Grain Mills. Yang mana komoditas tersebut akan diekspor ke negara Philipina dan Papua Nugini.

Menurut Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengungkapkan, pergerakan ekspor dari wilayah barat ke timur mendapatkan support langsung dari Gubernur Papua sehingga ekspor komoditas menuju negara Asia Pasifik Selatan menjadi keuntungan tersendiri yang perlu dikembangkan. “Gubernur papua sudah berjanji akan men-suport bahan makanan sesungguhnya ke negara papua nugini. Dan tentu kita dari barat ini support dengan salah satu ini,” katanya di area pabrik PT Golden Grain Mills, Rabu, 09 Oktober 2019.

Adapun nilai ekspor yang dilepas saat ini mencapai lebih dari Rp. 3,7 miliar. Dengan rincian, PT Tereos FKS Indonesia mengirim 25 kontainer ke Pilipina dengan nilai Rp. 2.227.400.000. PT Bungasari Flour Mills mengirim 16 kontainer tepung terigu dengan negara tujuan Pilipina senilai Rp. 1.322.328.00, dan PT Golden Grain Mills yang mengirimkan dua kontainer tepung terigu ke Papua Nugini dengan nilai Rp.228.564.000 dengan total keselurahan mencapai Rp. 3.778.292.000.

Kementerian Pertanian juga terus mendorong komoditas ekspor ke luar negeri guna mencapai cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang.

Pelepasan komoditas ekspor sendiri turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kepala BKP Kelas II Cilegon, serta jajaran kepolisian dari Polsek Ciwandan, dan jajaran Karyawan dan Direksi PT Golden Grain Mills. []

Settia