Settia

Bappeda Ekspose Profil Kota Cilegon Tahun 2015

BERBAGI

CILEGON, BCO – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon menggelar ekspose profil Kota Cilegon, Rabu 19 Agustus 2015. Kegiatan yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cilegon bertujuan sebagai pendukung dalam merumuskan program, visi dan misi Kota Cilegon 2015.

Hadir dalam ekspose tersebut adalah seluruh SKPD Pemkot Cilegon dan instansi vertikal, antara lain kementerian agama, Palang Merah Indonesia (PMI), Polres Cilegon, dari PT ASDP, dan lainnya.

BAPPEDA 1Kepala Bappeda Kota Cilegon Ratu Ati Marliati mengatakan, ekspose profil Kota Cilegon dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi, yang kemudian setelah selesai disusun akan dipublikasikan sebagai program kerja pembangunan Kota Cilegon di tahun mendatang.

“Kedudukan data dan informasi sangat penting karena akses arus informasi menjadi semakin semakin besar bagi suatu organisasi untuk pengembangan diri,” kata Ati, Rabu 19 Agustus 2015.

Settia

Dilanjutkan Ati, proses pengembangan diri tidak hanya ditentukan oleh faktor pemilihan informasi, tetapi juga oleh proses, produk, dan penyebaran informasi kepada stakeholder internal dan eksternal organisasi.

“Pengajian data, dilakukan secara premier yaitu dari BPS, sedangkan data skunder dari SKPD se-Kota Cilegon. Penyajian data tersebut meliputi geografi, pemerintah, penduduk, ketenagakerjaan, sosial, pertanian, perindustrian, pertambangan dan energi, perdagangan, transportasi, komunikasi, pariwisata, keungan dan harga-harga,” kata Ati.

Pengumpulan data dilakukan sesuai dengan kondisi saat ini, tentang perkembangan dari keseluruhan aspek pembangunan. Harapannya, penyajian data bisa disempurakan dengan berbagai indikator yang lebih releven, cakupan informasi yang lebih luas, dan pemutakhiran data dari intansi terkait.

“Selanjutnya, data yang terkumpul akan disampaikan kepada masing-masing SKPD kembali untuk dievaluasi dan sebagai bahan perencanaan program kedepan,” kata Ati.

Adapun waktu untuk melakukan publikasi secara luas, dikatakan Ati, kegiatan tersebut berada pada kewenangan BPS.

Kelengkapan penyusunan data, dikatakan Ati, bisa dijadikan sebagai acuan para perencana, perumus kebijakan, peneliti, dan akademisi, untuk dijadikan sumber dalam penyajian data statistik yang faktual, valid dan terpercaya.

“Harapan kami, publikasi ini bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai perencanaan pembangunan dan sebagai pengambil kebijakan menuju pembangunan kota Cilegon. Melalui data ini, bisa dijadikan dasar pembentukan visi dan misi walikota Cilegon yang baru,” kata Ati. (ADS)