Berkah Ramadhan, Jelang Tradisi Qunut Harga Janur Kelapa Jadi Melonjak

BERBAGI

SERANG, BCO – Malam ke-15 bulan Ramadhan di Banten biasanya diperingati sebagai malam “qunutan”, masyarakat akan menyajikan menu makanan berupa ketupat dan lepat ketan. Ini menjadi tradisi yang hampir dilakukan oleh semua kalangan masyarakat di provinsi paling barat di Pulau Jawa tersebut.

Tradisi malam qunut ditandai dengan “ngariung kupat” istilah orang Banten menyebutnya. Seluruh keluarga akan menghidangkan makanan khas lebaran ini di meja makan mereka, bukan saja untuk disantap sendiri atau bersama keluarga, ketupat juga dibagikan ke sanak saudara atau tetangga dekat.

Tingginya permintaan Janur sebagai bahan pembungkus utama ketupat, memicu lonjakan harga komoditas tersebut. Di Pasar Rau misalnya, biasanya Janur kelapa dijual pedagang seharga Rp 3 hingga Rp 5 ribu satu ikatnya, sementara saat sekarang ini harganya bisa dua kali lipat.

Hal ini seperti dituturkan Ulfah, pedagang Janur Kelapa di pasar tersebut. Harga Janur seikat isi 20 lembar, dijual sekitar Rp 6 hingga Rp 10 ribu rupiah, sementara bungkus ketupat kosong yang sudah jadi seharga Rp 500 per satuannya.

“Biasanya cuma Rp 3 ribu tapi kalau sekarang mah Rp 10 ribu,” ujar Ulfah kepada BCO, Sabtu 18 Juni 2016.

Ulfah juga menjelaskan tentang tingginya permintaan komoditas tersebut.

“Barang yang semalam tadi turun, pagi udah habis satu mobil pick up,” Ulfah menambahkan.

Ulfah juga menjelaskan bahwa permintaan akan lebih tinggi saat hari 14 Ramadhan. (*)