Settia

Berubah Lagi, Pelantikan Walikota dan Bupati Jadi 17 Februari 2016

BERBAGI

JAKARTA, BCO – Meski masih ada sejumlah daerah bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sudah menyiapkan jadwal pelantikan bagi walikota dan bupati yang terpilih dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu.

Namun entah kenapa pelantikan yang sebelumnya sudah disebut Mendagri akan dilakukan serentak pada 15 Februari 2016 mendatang, kali ini Mendagri menyebut waktunya mundur menjadi tanggal 17 Februari di ibu kota provinsi masing-masing.

“Pelantikan bupati dan walikota dilakukan serentak pada 17 Februari di provinsi masing-masing. Kecuali untuk Kalimantan Tengah yang melantik Mendagri, karena gubernurnya masih Plt (Pelaksana Tugas),” ujar Tjahjo seperti dikutip Liputan6.com, Jumat 5 Februari 2016.

Sebelum pelantikan, pemerintah akan melantik terlebih dulu para gubernur dan wakil gubernur terpilih pada 12 Februari. Pelantikan itu bertempat di Istana Negara.

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, para walikota, bupati dan wakilnya yang terpilih dalam pilkada serentak lalu, akan diundang ke Jakarta usai dilantik. Mereka akan diarahkan Presiden dan para Menteri Koordinator terkait serta stakeholder lainnya.

“Kemudian mereka akan mengikuti diklat di Lemhanas,” ujar Tjahjo.

Sementara itu bagi para kepala daerah yang masih menjalani sidang sengketa, baru akan dilantik pada Maret 2016 atau setelah MK memberi putusan final terhadap perkaranya. Pelantikan itu juga akan dilaksanakan serentak.

Tjahjo juga menggarisbawahi kepala daerah terpilih yang ditetapkan sebagai tersangka dan terindikasi melakukan praktik korupsi, politik uang hingga ijazah palsu.

Para pemimpin daerah yang terpilih dalam pilkada serentak namun masih dalam masalah itu, kata Tjahjo, tetap akan dilantik. Namun, apabila mereka beralih status dari tersangka menjadi terdakwa dalam permasalahan pidana, maka jabatannya akan langsung dicabut. (*)

Settia