Settia

BLH Cilegon Kunjungi Warga yang Diduga Menjadi Korban Pencemaran Limbah Industri

BERBAGI

CILEGON, BCO – Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Cilegon, Epud Syaepudin, mengaku sudah mengunjungi warga Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, yang diduga terkena dampak dari pencemaran limbah industri yang dibuang di perairan selat sunda.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang warga Kelurahan Warnasari, Kota Cilegon mengalami semacam luka bakar pada wajahnya setelah membasuh wajah dengan air laut di Muara Pantai Paku Anyer belakang eks PT SRIWI.

Epud mengatakan, pihaknya sudah menghubungi pihak Puskesmas Citangkil untuk memberikan pengobatan dan pemeriksaan kepada korban. “Minggu sore saya sudah mengunjungi korban, saya kesana sama pak Lurah Warnasari. Saya sudah menghubungi dokter Hariatna (Kepala Puskesmas Citangkil), katanya suruh berobat saja dulu, di cek yang rutin,” kata Epud saat diwawancara melalui telepon genggamnya, Senin 5 Oktober 2015.

“Itu kejadiannya sebelum Idul Adha menjelang maghrib. Memang warga Kelurahan Warnasari tersebut terlihat mukanya seperti terbakar dibagian sebelah kanan, tapi bagian lain seperti tangan dan kaki yang juga dibasuh dengan air laut tidak apa-apa. Selain itu, yang bersangkutan itu memang sedang menjaring ikan dan disitu dia banyak dapat ikan,” ungkap Epud.

Epud sendiri belum dapat memastikan apakah kasus ini merupakan dampak dari pencemaran limbah atau bukan.

“Kita belum dapat memastikan wajah korban disebabkan apa, karena yang bersangkutan juga saat itu masih bisa mendapatkan banyak ikan dari tempat tersebut. Yang pasti langkah awal yang kita ambil adalah melakukan pengobatan terlebih dahulu kepada korban dan mengecek apakah memang luka bakar tersebut akibat dari air di lokasi tersebut. Hari ini juga orangnya sudah berobat ke Puskesmas,” tuturnya. (*) 

 

Settia