Settia

Blokir Jalan Bojonegara Berlanjut, Warga Tuntut DPU Banten Datangkan Alat Berat

BERBAGI

CILEGON, BCO – Sudah lebih dari 15 jam, jalan raya bojonegara lumpuh akibat pemblokiran yang dilakukan warga. Akibatnya, kendaraan besar milik industri tidak bisa melintas. Kemacetan pun tidak terhindarkan hingga belasan Kilometer.

Salah seorang warga Margagiri Bojonegara, Adnan mengatakan dalam aksi yang dilakukan secara spontan oleh warga tersebut akan terus berjalan sampai tuntutan percepatan perbaikan jalan segera diselesaikan.

“Sudah hampir setahun lebih dinas pekerjaan umum provinsi Banten tidak menepati janji perbaikan jalan, padahal jalan rusak sudah banyak menelan banyak korban jiwa akibat kecelakaan,” kata Adnan, selasa 28 Juli 2015.

Dikatakan Adnan, warga akan tetap melalukan pemblokiran dengan cara membakar ban dan menyebarkan batu-batu sepanjang badan jalan yang dapat menghalangi kendaraan industri.

“Warga sudah banyak mengalami kerugian dari jalan rusak yang diakibatkan kendaraan besar milik industri. Saat ini satu hari penuh kita lakukan pemblokiran, biar para pemilik industri mengalami kerugian sama besarnya,” terang Adnan.

Lebih lanjut, warga akan berhenti melalukan aksi setelah ada bukti kedatangan alat berat dan matrial pembangunan jalan. Namum jika hingga malam ini tidak ada, warga akan terus melakukan pemblokiran jalan.

“Hingga saat ini warga belum mendapatkan informasi apapun dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten. Kami tegaskan, aksi akan terus berlanjut hingga tuntutan kami bisa terpenuhi hari ini juga,” kata Adnan.

Sementara itu Camat Bojonegara Asnawi mengatakan pihaknya sudah menghubungi pihak DPU Provinsi Banten. Menurutnya pihaknya akan mengupayakan DPU Provinsi Banten segera mendatangkan alat berat.

“Peroyek perbaikan jalan terlambat dikarenakan bertepatan dengan puasa dan arus mudik lebaran, agar menghindari kemacetan, akhirnya pemborong melakukan pekerjaan pasca lebaran. Insyaallah, malam ini alat berat dan matrial sudah sampai,” kata Asnawi.

Menurut Asnawi, perbaikan jalan pada tahap ini sepanjang 4,5 KM dengan memprioritaskan jalan rusak parah. (*)

Settia