Dishub Cilegon Dicueki oleh PT KAI, Soal Perbaikan Infrastruktur di Perlintasan Kereta

BERBAGI

CILEGON, BCO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon mengaku kesulitan mendapatkan kepastian pembangunan palang pintu perlintasan dan perbaikan infrastruktur jalan yang dilewati kereta api oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.

Diketahui banyak perlintasan kereta api di Kota Cilegon yang tidak memiliki palang pintu maupun rambu tanda bahaya, hal ini menjadi penting mengingat banyak perlintasan-perlintasan yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga.

Dikatakan Kepala Dishub Kota Cilegon, Dana Sujaksani, terkait dengan hal tersebut pihaknya sudah beberapa melayangkan surat yang ditujukan kepada PT KAI, namun belum ada tanggapan hingga saat ini.

“Kami sudah layangkan pengajuannya ke PT KAI termasuk untuk yang palang pintu itu, satu kali kita masukin katanya hilang, ya kita terus upayakan kita kirimkan lagi,” ungkap Dana kepada wartawan, Rabu 4 Januari 2017.

Selain palang pintu, Dishub Kota Cilegon juga menyoroti kualitas infrastruktur jalan yang dilintasi Kereta Api yang banyak melintas wilayah Kota Cilegon.

Masalah-masalah yang biasa terjadi di perlintasan kereta adalah kecelakaan lalu-lintas dan kemacetan, hal tersebut disebabkan akibat kondisi infrastruktur jalan di rel perlintasan kereta yang selalu rusak atau karena penyempitan jalan, seperti yang terlihat di perlintasan kereta di Temu Putih dan belakang pusat pembelanjaan Cilegon Supermall.

Kerusakan perlintasan rel kereta juga seperti kerap terjadi di Perlintasan Krenceng, depan Pelabuhan Cigading, Perlintasan Statomer, dan Pelabuhan Merak.

Atas kondisi ini, Dishub Cilegon juga mengaku telah menyurati PT KAI agar memberikan solusi perbaikan yang permanen untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Ya kita tahu kaya di Temu Putih dari arah Ciwedus udah lebar tapi pas perlintasan malah menyempit, itu kan jadi biang kemacetan juga,” imbuhnya. (*)