Settia

Elemen Masyarakat Galang Dukungan untuk Pemecatan Pejabat PT KS Mujiono Katam

BERBAGI

CILEGON, BCO – Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC) dan sejumlah elemen masyarakat melakukan rapat dengar pendapat dengan PT Krakatau Steel (PT KS) yang difasilitasi oleh Komisi II DPRD Kota Cilegon, Senin 8 Mei 2016

Mereka menganggap Mujiono Katam selaku General Manager Human Capital Planning & Development PT KS sebagai oknum yang bertanggungjawab atas rekrutmen secara diam-diam di PT KS, dan kebijakan tersebut tidak mengutamakan SDM Lokal.

Settia

Hal tersebut seperti ditegaskan Isbatullah Alibasja, dihadapan anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon dan Manajemen PT KS, Senin 9 Mei 2016.

“Kami sangat kaget ketika Pak Mujiono menandatangani surat rekrutmen untuk SMK di luar Banten, kami sangat kecewa. Padahal ini sudah pernah terjadi pada tahun 2012, kenapa diulangi. Sehingga wajar kemudian kita menuntut agar pak Mujiono Katam dalam hal ini mundur dari jabatannya, meminta kepada Dirut PT KS agar Pak Mujiono mundur sebagai bagian dari pertanggungjawaban KS terhadap kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat lokal,” tegas Isbat.

Selain itu, Moch Nasir yang merupakan orang dekat Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi, juga turut hadir dalam hearing tersebut.

Nasir juga turut mengecam Mujiono Katam, sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap kebijakan rekrutmen PT KS.

“Saya pernah baca juga ada tandatangan MoU Pak Mujiono dengan 25 SMK di Banten, ternyata actionnya beda, MOU nya dengan 25 SMK se Banten, actionnya di Semarang. Kalau memang sekarang katanya sudah melibatkan sebanyak 21 SMK di Cilegon, mana buktinya? Saya sudah cek ke SMK, itu tidak ada. Saya yakin kebijakan Pak Mujiono ini tidak seluruhnya berbanding lurus dengan kebijakan direksi, karena direksi saya tahu betapa perhatiannya dengan masyarakat Cilegon, tetapi dengan kasus yang sekarang, itu artinya secara sistematis KS dalam hal ini adalah Pak Mujiono itu telah melecehkan lembaga pendidikan di Kota Cilegon,” ujar Nasir.

Nasir bersama elemen lainnya juga berencana menyurati Menteri BUMN, meminta dukungan untuk pemecatan Mujiono Katam.

“Saya sudah menulis surat terbuka di Kompasiana untuk Direksi PT KS, dan itu ditanggapi juga oleh salah satu komisaris BUMN. Oleh karena itu, hari ini kami akan bikin surat yang ditujukan kepada Menteri BUMN, agar memerintahkan kepada Direktur PT KS untuk menata ulang kebijakan-kebijakan PT KS yang tidak pro terhadap masyarakat lokal, saya tidak meminta direktur untuk memecat pak Mujiono, kalau mau mundur sendiri engga apa-apa,” ujar Nasir.

Sementara itu, Mujiono Katam yang hadir bersama dengan jajaran manajemen PT KS tampak tidak dapat banyak menjawab pernyataan dan tuntutan yang diajukan oleh elemen masyarakat Cilegon, terutama dengan permintaan agar dirinya mundur dari jabatannya di PT KS.

Mujiono hanya mengatakan menyerahkan seluruhnya kepada manajemen PT KS.

“Sebagai karyawan tentu saja saya akan patuh terhadap keputusan perusahaan, itu saja,” kata Mujiono singkat. (*)