Settia

Jaga Kesehatan Saat Bermudik, Berikut Tips dr Faisal

BERBAGI

CILEGON, BCO – Mudik, sepertinya sudah menjadi tradisi saat lebaran. Dimana merayakan hari raya Idul Fitri akan terasa indah jika di kampung halaman bersama keluarga. Untuk itu, bagi anda yang hendak melakukan perjalan mudik sebaiknya persiapkan diri dengan baik. Bukan hanya mempersiapakan kendaraan yang sudah di service dan keuangan yang mencukupi, terpenting adalah kesiapan menjaga kesehatan selama perjalanan mudik.

Kepala UPTD Puskesmas Pulomerak Kota Cilegon dr Faisal mengatakan dalam kondisi berpuasa, pemudik rentan mengalami masalah kesehatan. Biasanya adalah masalah naiknya asam lambung, atau lebih dikenal dengan sakit masuk angin.

“Naiknya asam lambung saat perjalanan adalah masalah yang sering dikeluhkan oleh orang yang melakukan perjalanan jauh. terlebih saat puasa atau pun yang tidak berpuasa tetapi terlambat makan. keluhannya biasanya nyeri pada lambung, mual disertai muntan, dan kepala terasa pusing,” kata Faisal kepada Berita Cilegon Online saat ditemui di Pos Kesehatan Mudik di Terminal Terpadu Merak, Sabtu 11 Juli 2015.

Settia

Dikatakan Faisal, ada baiknya bagi pemudik melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan perjalan mudik. Hal tersebut untuk mendeteksi adanya gejala kesehatan, sehingga saat diperjalanan tidak mengalami sakit. Obat untuk menangani asam lambung juga ada beberapa jenis dan tingkatan, bahkan durasi ketahanannya bisa mencapai 12 jam.

“Memperhatikan asupan makan saat sahur juga penting. Perlu sekali saat sahur memperbanyak minum air putih, hal tersebut untuk menjaga daya tahan tubuh dan menghindari tubuh mengalami dehidrasi,” kata Faisal.

Bagi pengendara kendaraan roda dua dengan jarak tempuh yang cukup jauh, dikatakan Faisal perlu menjaga kesehatan lebih baik lagi. Menggunakan perlengkapan keamanan saat mengendarai motor juga sangat penting, seperti jaket, helm, sarung tangan, masker, dan kacamata.

“Terik matahari yang sangat panas bisa menimbulkan tubuh mengalami kekurangan cairan, itu perlu diperhatikan, karena ketika kehilangan banyak cairan bisa menyebabkan hilangnya konsetrasi saat mengendara. Alangkah baiknya, memang pengendara motor melakukan perjalanan pada malam hari, tapi jika keselamatan tidak aman, sebaiknya jangan,” terang Faisal.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan pemudik, masi dikatakan Faisal, Dinas Kesehatan Kota Cilegon mendirikan 4 pos kesehatan yang tersebar sepanjang jalur utama kota Cilegon. Bagi pemudik yang merasakah keluhan rasa sakit, sebaiknya mendatangi posko kesehatan tersebut yang mulai beroprasi sejak H-7 sampai H+7, buka 24 jam non stop.

“Pos kesehatan mudik di Terminal terpadu merak memang tempat yang paling strategis dan ramai, karena pemudik yang hendak menyerbrang dari pelabuhan merak biasanya turun diterminal. Pos kami persis di terminal dan siap memberikan pelayanan gratis dengan ditangani 24 tenaga medis. Serta satu unit ambulance disiapkan membawa pemudik apabila mengalami sakit serius ke rumah sakit,” kata Faisal.

Bagi pemudik yang mengalami kesehatan serius, Puskesmas Pulomerak adalah rujukan pertama untuk rawat inap 24 jam. Namun jika ternyata Pukesmas tidak bisa menangani, rujukan selanjutnya adalah RSUD Kota Cilegon. (*)