Jika Berpasangan dengan Andika, WH Bakal Ditinggal Pendukungnya

BERBAGI

SERANG, BCO – Konstalasi jelang Pemilihan Gubernur Banten 2017 makin mengerucut pada sosok yang memiliki popularitas dan elektabilitas bagus dalam survey. Setidaknya ada 4 nama besar yang diprediksi bakal menjadi calon gubernur maupun wakil gubernur, yakni Wahidin Halim, Andika Hazrumy, Rano Karno, dan Akhmad Taufik Nuriman.

Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang mulai serius digadang-gadang bakal bergabung untuk meraih simpati rakyat Banten, adalah Wahidin Halim dan Andika Hazrumy (WH – Aa).

Sepintas terkesan sebagai pasangan ideal, karena seperti mewakili blok suara timur Tangerang oleh WH, dan Andika sendiri dipersepsikan mewakili blok barat Serang, Lebak, Pandeglang dan Cilegon.

Namun sejumlah aktivis organisasi dan akademisi di Banten, bersuara sumbang terhadap kemungkinan bergabungnya pasangan WH – Aa ini.

Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) Banten, Ika Fathullah, menilai, Wahidin Halim akan dirugikan jika berpasangan dengan Andika Hazrumy.

“Saya menilai, komposisi WH – Aa yang berusaha melengkapi suara timur – barat sepertinya salah besar. Siapa bilang Andika punya basis suara di barat?  Tanpa Andika, sosok WH juga sudah sangat diterima masyarakat Banten, termasuk suara di barat. Kehadiran Andika bersama WH malah membuat citra Pak WH yang sudah sangat positif malah rusak, dan ini kerugian buat WH sendiri,” ujar Ika kepada BCO, saat acara pembukaan Leadership Basic Training (LBT) PII Banten di MTsN Ciruas, Minggu 26 Juni 2016.

Ika juga menegaskan, stigma Andika sebagai keluarga koruptor masih melekat pada hati dan fikiran rakyat Banten. Posisi ini akan membuat WH bisa ditinggal para pendukungnya yang selama ini berpersepsi positif terhadap kinerja WH.

“Para pendukung WH ini memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap sosok WH yang berprestasi dan bersih. Jika bergabung dengan Andika, persepsi positif itu bakal hilang, WH bisa ditinggal pendukungnya. Saya melihat gejala ini sudah ada, bagaimana komentar netizen di medsos sudah sangat jelas, mayoritas menolak,” jelas mantan Ketua Umum PII Banten ini.

Akademisi Universitas Mathlaul Anwar (UNMA) Banten Nasrullah menilai, sosok Andika Hazrumy memiliki daya tolak tinggi di masyarakat lantaran masih bagian dari dinasti koruptor Ratu Atut.

“Daya tolak Andika sangat besar karena dia ini putra mahkota dari dinasti koruptor. Terbukti dari elektabilitas di survey saja yang sangat rendah, hanya 4 persen kok. Tentu kalau pertimbangan kubu WH, bahwa berpasangan dengan Andika itu bisa mendongkrak suara WH di barat, wah itu pertimbangan keliru menurut saya,” ujar pria asal Pandeglang itu.

Direktur Lingkar Studi Politik Banten ini juga menyarankan agar kubu WH, kembali melakukan survey profesional untuk mencari kebenaran asumsi mayoritas rakyat Banten tentang sosok Andika yang merupakan keluarga koruptor.

“Silahkan disurvey lagi, faktanya pasti bikin kubu WH mikir sejuta kali untu bergabung dengan Andika. Persepsi pasangan ini, negatif kok di mata rakyat,” tegas Nasrullah.

Nasrullah berharap upaya meraih kekuasaan di Pilgub Banten ini jangan sampai mengorbankan idealisme dan menggunakan cara-cara kotor, sehingga berpotensi melahirkan koruptor baru di tanah jawara ini.

“Asumsi Andika itu sama saja dengan ibu dan pamannya yang jadi terdakwa korupsi, tidak bisa lepas begitu saja. Apalagi gaya politik dan kelompok politik yang digunakan Andika saat ini, masih sama dengan saat Atut meraih kepemimpinan di Banten. Ingat ya, korupsi di Banten itu bukan hanya dilakukan Atut sendirian, termasuk juga bersama-sama dengan jamaahnya atau kelompoknya. Dan kelompok itu sekarang yang mengusung dan mendorong Andika, rakyat tahu itu lho,” ungkapnya.

Nasrullah juga melihat, upaya WH untuk mengalahkan hegemoni Rano Karno dalam Pilgub Banten akan sangat sulit.

“Berbasis hasil survey Indo Barometer kemarin saja, swing voter atau pemilih mengambang itu masih sangat besar. Isu korupsi menjadi pertimbangan utama pemilih di Banten, karena rakyat gak ingin citra dan kondisi Banten seperti ini terus karena perilaku koruptif pemimpinnya. Ini yang jadi pertimbangan swing voter bakal tidak memilih WH – Andika,” tutup Nasrullah. (*)