Settia

Kekerasan Anak di Cilegon Meningkat, Januari-Mei 2015 Terjadi 61 Kasus

BERBAGI

CILEGON, BCO – Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kota Cilegon Nurfatmah menyebutkan angka kekerasan pada anak di Kota Cilegon mengalami peningkatan setiap tahunnya. Disebutkan, pada tahun 2013 terdapat 71 kasus, tahun 2014 terdapat 90 kasus, dan Januari-Mei 2015 terdapat 61 kasus.

“Secara nasional, pada tahun 2010 kekerasan pada anak sudah dinyatakan darurat, karena peningkatannya secara signifikan tiap tahunnya. Begitu juga di Cilegon, ada kenaikan tapi belum bisa dikatakan secara signifikan,” kata Nurfatmah dalam acara Seminar Remaja Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Cilegon 2015, di Gedung Cilegon Plaza Mandiri, Rabu 19 Agustus 2015.

Dikatakan Nurfatmah, adanya Kota Layak Anak adalah cara efektif dalam penanganan masalah kekerasan pada anak. Sebagai penanggulangan kekerasan anak, perlu adanya perlindungan dari keluarga yang sangat kuat.

“Kekerasan pada anak bisa saja terjadi di dalam rumah ataupun di luar rumah. Hal tersebut bisa mengakibatkan gangguan pada tumbuh kembang anak,” kata Nurfatmah.

Sementara itu, Sekda Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis mengatakan, keterlibatan anak dalam pembangunan kota Cilegon masih kurang. Bahkan, disebutkan Lubis, angka putus sekolah di kota Cilegon juga masih terbilang tinggi.

“Saya heran dengan masih adanya anak yang mengalami putus sekolah. Padahal dari segi pendidikan dan kesehatan sudah ditanggung pemerintah,” kata Lubis.

Disebutkan Lubis, banyak kebijakan yang untuk anak, namun realisasinya masih belum optimal. Hak-hak anak juga masih kurang terpenuhi. (*)

Settia