Settia

Kemarau, 23 Hektar Lahan Pertanian di Cilegon Terancam Gagal Panen

BERBAGI

CILEGON, BCO – Kemarau panjang yang terjadi di Kota Cilegon mengancam 23 hektar lahan pertanian puso atau gagal panen. Dikarenakan, hujan yang tidak lagi turun membuat sejumlah sawah di Kota Cilegon menjadi kekeringan.

Seorang petani di Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Cilegon, Mahfudi mengatakan, tidak adanya hujan yang turun menyebabkan sawahnya kekeringan. Akibatnya tanaman padi yang berusia dua bulan dan hampir berbunga, mengalami gagal tumbuh.

Settia

“Kata orang sini bunga padinya kebebeng, yaitu bunga padi tidak bisa keluar karena kekurangan air. Selain itu juga tanaman padi jadi kerdil,” kata Mafudi, Rabu 12 Agustus 2015.

Dikatakan Mahfudi, kerugian akibat kemarau hanya berkaitan pada modal pengolahan upah bajak sawah dan juga pupuk urea dengan nilai Rp500.000.

Kabid Pertanian pada Dinas Pertanian dan Kelautan (Disperla) Kota Cilegon Mas Andang Ekapria menyebutkan, terdapat 306 hektar lahan sawah yang ada di Kota Cilegon. Namun akibat kemarau yang terjadi pada tahun ini diperkirakan 23 hektar sawah mengalami kekeringan.

“Ada pun sawah yang terancam mengalami kekeringan terdapat di Kecamata Pulomerak, Grogol, Purwakarta, dan Jombang,” kata Mas Andang.

Minimnya curah hujan dan kurangnya aliran air melalui saluran irigasi adalah alasan sawah kekurangan pasokan air. Akibatnya pertumbuhan tanaman padi dan palawija mengalami gagal tumbuh.

“Ancaman gagal pananen sebenarnya tidak terlalu besar, karena sebagian lahan pertanian padi sudah panen,” kata Mas Andang. (*)