Settia

Korban Muka Melepuh Akibat Cuci Muka di Air Laut, Harus Diperiksa BLH untuk Ungkap Pencemaran

BERBAGI

CILEGON, BCO – Dewan Lingkungan Hidup Banten (DLHB) mendesak agar Badan Lingkungan Hidup baik tingkat Kota Cilegon dan Provinsi Banten harus serius menangani pencemaran air laut yang terjadi di perairan sekitar Anyer – Ciwandan.

Pasalnya, sudah ada korban jiwa yang mengalami dampak kesehatan serius dari pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh industri – industri yang ada di Cilegon.

DLHB meminta BLH segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan uji lab terhadap limbah yang mencemari perairan laut itu.

“Instansi BLH harus segera turun, menemukan limbah yang mencemari laut. BLH juga harus bantu pemeriksaan kepada korban, lakukan uji lab untuk mengidentifikasi limbah jenis apa yang menyebabkan muka bisa melepuh seperti itu,” ujar Dewan Pakar DLHB kepada BCO, M Ibrohim Aswadi, Jumat kemarin.

BLH juga diminta secara serius untuk memantau perusahaan khususnya pabrik kimia yang memiliki instalasi pembuangan air limbah ke laut.

Settia

“Tentu BLH tahu perusahaan mana yang punya IPAL dengan saluran ke laut. Perusahaan itu harus di cek, ambil sample air limbahnya dan lakukan uji lab segera,” jelas Ibrohim.

Diketahui sebelumnya, seorang warga Cilegon mengalami semacam luka bakar pada wajahnya setelah membasuh wajah dengan air laut di Muara Pantai Paku Anyer belakang Eks PT SRIWI.

Dampak dari kejadian tersebut, masyarakat melalui media sosial mengungkapkan kekhawatirannya akan kualitas perairan laut di sekitar Anyer – Cilegon.

Masyarakat juga berharap, Pemerintah Kota Cilegon dan Provinsi Banten segera bergerak cepat untuk memastikan praktek pencemaran laut itu dan mengungkap pihak pihak yang harus bertanggungjawab. (*)