Settia

KSKP Merak dan Balai Karantina Tahan 2 Truk Angkutan Barang Tanpa Dokumen

BERBAGI

MERAK, BCO – Dalam meningkatkan antisipasi dan pengawasan barang-barang yang melintas dari arah Pulau Sumatera ke Pulau Jawa terutama terkait dengan peredaran dan penyelundupan barang ilegal sejenis daging, hewan yang dilindungi, dan narkoba yang masuk melalui Pelabuhan Merak, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak dan Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon melakukan razia gabungan terhadap truk angkutan barang dan bus yang akan keluar melalui pintu Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Razia digelar mulai pukul 21.00-22.00 WIB, Rabu 16 September 2015.

Kepala KSKP Merak, AKP Nana Supriatna mengatakan, pihaknya menggelar operasi gabungan bersama BKP dengan melakukan pemeriksaan terhadap truk angkutan barang dan bus dari bongkaran 3 kapal.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap kurang lebih 200 kendaraan muatan dari bongkaran 3 kapal. Sampai dengan sejauh ini belum ada kendaraan muatan yang membawa narkoba, daging celeng, dan hewan yang dilindungi,” kata AKP Nana Supriatna saat diwawancara wartawan usai operasi gabungan di pintu keluar Pelabuhan Merak.

Berdasarkan pantauan, dari hasil pemeriksaan tersebut, KSKP Merak dan BKP berhasil mengamankan 2 truk angkutan barang yang tidak dilengkapi sertifikat dan dokumen perizinan. Truk tersebut masing-masing bermuatan telur dan pakan ternak dari Bandar Lampung yang langsung diamankan oleh pihak BKP.

Settia

“Dari operasi gabungan ini kami mendapatkan hasil temuan, yaitu satu kendaraan bermuatan telur dan satu kendaraan lagi bermuatan pakan ternak yang tidak memiliki sertifikat dan dokumen izin dari badan karantina tempat asalnya. Tentu hal ini akan dilakukan verifikasi dan didalami oleh pihak balai karantina, sejauh mana dan kenapa barang tersebut dilengkapi dokumen,” ujar AKP Nana.

Sementara itu, Kepala BKP Cilegon, Bambang Haryanto mengatakan, dari hasil temuan pemeriksaan kedua kendaraan yang tidak memiliki sertifikat dan dokumen, pihaknya akan membawa truk muatan tersebut ke kantor BKP untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil operasi gabungan tadi kami menemukan truk bermuatan telur dan truk bermuatan pakan ternak yang tidak dilengkapi sertifikat dan dokumen, kami akan membawa ke kantor untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut. Tapi kami juga memberikan kesempatan kepada pemilik kendaraan untuk segera melengkapi dokumen-dokumen, jika hari ini atau besok sudah bisa dilengkapi, maka akan kami lepas kembali,” kata Bambang.

Selain itu, Bambang juga mengatakan, terkait dengan biaya yang dikenakan kepada truk angkutan muatan yang melintas pintu keluar Pelabuhan Merak tersebut diperuntukkan biaya verifikasi, pemeriksaan lababoratorium, dan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Pertanian berdasarkan PP No. 48 tahun 2012.

“Setiap tindakan karantina dan pemeriksaan ada biaya verifikasi. Nanti kalau ada sampelnya, sampel itu akan diperiksa di laboratorium, biaya itu untuk membayar PNBP sesuai dengan PP No 48 tahun 2012. Untuk besaran biaya itu sendiri ketentuannya ada di PP No 48 tahun 2012 tersebut,” katanya.

Bambang juga menambahkan, menjelang Hari Raya Idul Adha ini, jumlah hewan kurban yang masuk melalui Pelabuhan Merak meningkat hingga 40 persen dalam satu bulan terakhir.

“Selain itu juga, menjelang Idul Adha, hal ini dilakukan dalam rangka pengawasan masuknya daging celeng dan hewan kurban. Perlu Saya sampaikan, untuk pemasukan hewan kurban, sapi dan kambing itu ada peningkatan kurang lebih sebesar 40 persen dalam satu bulan terakhir dibandingkan bulan Agustus. Kemungkinan masih akan meningkat lagi,” Bambang mengakhiri. (*)