Settia

Lesehan Budaya di Ciwandan, Seniman Ingin Solusi Antisipasi Pergeseran Budaya

BERBAGI

CILEGON, BCO –┬áDinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon, mengadakan rangkaian road show terakhir Lesehan Budaya untuk tahun ini yang diadakan di aula kantor Kecamatan Ciwandan, Senin 15 Juni 2015.


Dalam diskusi lesehan budaya kali ini, seniman yang ada di Kecamatan Ciwandan sangat antusias antara lain dalam membahas pergeseran budaya yang terjadi di masyarakat Kota Cilegon, khususnya masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar industri.

Settia

“Kami sangat prihatin dengan adanya pergeseran budaya yang terjadi di masyarakat, khususnya di kalangan remaja. Mereka bahkan malu untuk mengakui kebudayaan daerahnya sendiri. Satu contoh adalah bagaimana sekarang di wilayah industri banyak orang-orang asing yang membawa kebudayaan yang kurang baik untuk remaja. Hal ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan harus ada solusinya,” kata saifulloh, guru kesenian di SDN Cipaot.

Saifulloh yang juga salah satu pendiri Sanggar Seni Nurul Aep juga mengatakan, sangat sedih melihat anak-anak dan remaja sekarang tidak dapat menggunakan dan mengucapkan bahasa daerahnya.

“Dengan banyak akulturasi di Cilegon yang dikenal sebagai Kota Industri ini, anak-anak remaja sudah tidak bisa berkomunikasi menggunakan bahasa daerahnya. Hal ini sebetulnya menjadi dasar kebudayaan daerah yang mulai tergeser oleh kebudayaan luar. Saya secara pribadi mengharapkan kedepannya agar Pemkot Cilegon menjadikan bahasa daerah Cilegon atau yang biasa dikenal dengan bebasan sebagai salah satu muatan lokal di sekolah, mulai dari SD sampai SMA,” ujarnya.

Selain itu, Saifulloh juga mengharapkan adanya bantuan dari Pemkot Cilegon untuk mendukung sarana latihan bagi sanggar-sanggar seni dan juga peguron pencak silat supaya dapat meningkatkan kemampuan dan kwalitas dalam kesenian.

“Kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah guna mengembangkan kemampuan kami dalam berkesenian,” katanya.

Turut hadir dalam acara lesehan budaya ini As’ad Sukri, sekretaris Disbudpar dan Indra Kusumah, Ketua Dewan Kesenian Cilegon serta perwakilan sanggar dan seniman di Kecamatan Citangkil. (*)