Settia

Lesehan Budaya di Kecamatan Purwakarta Diisi Perlombaan Marawis

BERBAGI

CILEGON, BCO – Lanjutan rangkaian acara roadshow Lesehan Budaya yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon kali ini diadakan di Kecamatan Purwakarta tepatnya di halaman Kantor Kecamatan Purwakarta, Selasa 26 Mei 2015.


Tampak berbeda dari acara roadshow Lesehan Budaya yang digelar di Kecamatan Purwakarta ini, kali ini panitia pelaksana menggelar perlombaan Marawis yang pesertanya adalah pelajar dari sekolah yang ada di Kecamatan Purwakarta.

“Kami mengadakan acara Lesehan Budaya di Kecamatan Purwakarta ini sekaligus menggelar perlombaan Marawis, karena potensi seni marawis dari Kecamatan Purwakarta ini sangat membanggakan. Marawis dari Kecamatan Purwakarta ini pernah mewakili kota Cilegon sampai dengan tingkat nasional, bahkan sampai dengan mendapatkan juara 2 di tingkat nasional,” kata Bukhori, Kepala Disbudpar Kota Cilegon saat diwawancarai Berita Cilegon Online (BCO) di sela-sela acara berlangsung.

Dalam acara roadshow Lesehan Budaya di Kecamatan Purwakarta ini hadir sebagai pemateri Kepala Bidang Seni Budaya Disbudpar Heni Anitasusila, Ketua Dewan Kesenian Cilegon (DKC) Indra Kusumah dan Balukia Camat Kecamatan Purwakarta. Selain itu turut hadir pula Hidayat, Lurah Pabean dan Toton Grintul, Seniman Banten.

Selain itu menurut Indra, kesenian marawis adalah kesenian yang sangat seksi dengan lantunan syair-syair islami.

“Kesenian marawis ini sangatlah seksi, dengan lantunan syair-syair islami. Ini merupakan salah satu kesenian yang harus dilestarikan dan merupakan salah satu ikon kesenian yang paling menonjol dari Kecamatan Purwakarta,” kata Indra.

Senada dengan Ketua DKC, Heni Anita Susila Kabid Seni Budaya Disbudpar juga sangat mengagumi seni marawis ini.

“Kecamatan Purwakarta ini adalah tempat ke empat dalam rangkaian roadshow Lesehan Budaya. Purwakarta punya satu ikon kesenian yang sangat membanggakan yaitu kesenian marawis. Hal ini harus terus dilestarikan dan ikon dari setiap kecamatan harus punya satu ikon kesenian yang menonjol dari tiap kecamatan,” ijar Heni.

Settia

Heni juga mengatakan akan kembali melanjutkan acara roadshow Lesehan Budaya ini di empat kecamatan lagi pada bulan Juni mendatang. (*)