Settia

Mahasiswa Cilegon Turun Aksi Bela Rakyat 121, Kebijakan Jokowi Dinilai Menyengsarakan Rakyat

BERBAGI

CILEGON, BCO – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalamĀ  KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Komisariat Fakultas Teknik (FT) Untirta menggeruduk gedung DPRD Kota Cilegon, Kamis (11/01).

Dalam unjuk rasa kali ini, mahasiswa menuntut Pemerintahan Joko Widodo untuk mengkaji ulang tentang kenaikan harga BBM, tarif daya listrik 900 VA, kenaikan tarif pengurusan STNK (Surat tanda nomor kendaraan) dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang meroket hingga 300 persen.

Mahasiswa menilai kebijakan Pemerintahan Jokowi saat ini telah menyengsarakan rakyat.

Settia

Hendra Arief, Ketua KAMMI FT Untirta, ditemui di sela -sela aksi menuturkan, kebijakan ini adalah kado pahit yang diberikan Presiden Jokowi di awal tahun 2017.

“Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah di awal tahun ini menjadi kado terindah yang mencekik rakyat Indonesia dan tentunya akan berdampak langsung pada masyarakat golongan menengah ke bawah,” kecam Hendra dalam orasinya.

Selain itu, Pemerintahan Jokowi – JK dalam memutuskan kebijakan tidak tegas dan terkesan lepas tangan.

“Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini, tidak jelas. Karenanya kami menilai rezim saat ini asal-asalan dalam mengurus negara,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, melihat carut marut negara saat ini maka KAMMI menyatakan menolak segala bentuk keputusan yang tidak pro-rakyat dan mendesak Pemerintah agar meninjau kembali akan keputusan ini.

“Kami juga menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab atas carut marutnya negara ini,” tegas Hendra.

“Dan untuk itu kami meminta untuk anggota DPRD Cilegon untuk mendengar aspirasi dan mendesak pemerintah pusat agar segera mencabut kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan rakyat ini,” tukasnya.

“Namun bila pemerintah pusat tidak memiliki komitmen untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia, maka mahasiswa akan segera menggaungkan reformasi jilid 2,” imbuh Hendra.

Sementara pantauan Fakta Banten di lapangan, dalam aksinya yang dikawal ketat oleh aparat Polres Cilegon ini, mahasiswa tetap menyuarakan tuntutannya dari luar pagar walaupun tidak ada satupun perwakilan dari anggota DPRD Cilegon yang bersedia menemui mereka.

Mahasiswa ini juga berjanji akan kembali turun ke jalan untuk melakukan aksi serupa dengan massa lebih banyak lagi. (*)